Jakarta -
PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi prasarana air bersih di sejumlah wilayah terdampak musibah di Sumatera Barat. Proyek ini mencakup pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang guna memastikan jasa air bersih kembali dinikmati masyarakat.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan proyek tersebut merupakan corak komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
"Penanganan SPAM Pascabencana di Sumatera Barat ini menjadi salah satu prioritas utama kami demi mengembalikan kewenangan masyarakat atas akses air bersih nan sempat terputus akibat banjir bandang. Melalui penanganan tanggap darurat nan sigap di titik-titik kritis seperti Palukahan dan Guo Kuranji, kami sukses mempercepat normalisasi air bersih bagi puluhan ribu sambungan rumah dan area Huntara. Tantangan kelogistikan medan dan keterbatasan skill di lapangan terus kami mitigasi melalui penempatan tim teknis nan mobile serta pelibatan aktif pekerja lokal. Kami berambisi prasarana nan dibangun secara optimal ini nantinya dapat dirawat dan dioperasikan berbareng oleh penduduk serta PDAM dengan baik agar berkekuatan guna dalam jangka panjang," ujar Hamdani dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program tersebut dijalankan melalui kombinasi skema swakelola dan kemitraan dengan pelaku lokal sebagai upaya mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang nan melanda Sumatera Barat pada November 2025.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada jaringan perpipaan utama, gedung pendukung milik PDAM, hingga akomodasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Akibatnya, pengedaran air bersih di sejumlah wilayah sempat terganggu.
Kerusakan tercatat terjadi pada enam SPAM PDAM dan delapan SPAM perdesaan di Kabupaten Agam, enam SPAM PDAM dan dua SPAM perdesaan di Kabupaten Pesisir Selatan, serta enam SPAM PDAM, satu SPAM Universitas Andalas, dan lima titik sumur bor di Kota Padang.
Berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan, sejumlah titik dikategorikan kritis dan memerlukan penanganan segera. Salah satunya berada di SPAM Palukahan, Kota Padang, di mana pipa transmisi berdiameter 400 milimeter sepanjang satu kilometer mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Kerusakan juga terjadi pada mercu bendung SPAM Guo Kuranji nan menjadi salah satu sumber utama pasokan air.
Sementara di Kabupaten Agam, selain kerusakan jaringan SPAM Batu Kambing, tim juga kudu mendukung pembangunan jaringan perpipaan untuk melayani enam letak kediaman sementara (huntara). Kebutuhan serupa juga dilakukan di dua letak huntara di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Hutama Karya segera mengerahkan tim tanggap darurat untuk melakukan penanganan di beragam titik secara simultan. Untuk wilayah kabupaten, pekerjaan dilakukan melalui support subkontraktor lokal, sedangkan di Kota Padang dikerjakan secara swakelola.
Di letak kritis Guo Kuranji, tim membangun mercu sementara menggunakan material geotekstil berlapis dan perlindungan batu besar agar pasokan air tetap dapat mengalir ke instalasi pengolahan air. Sementara di SPAM Batu Kambing, tim sukses menemukan dan memasang kembali pipa-pipa nan sebelumnya hanyut terbawa banjir.
Meski tidak memerlukan perangkat berat berskala besar, proses pemulihan menghadapi tantangan tersendiri. Beberapa letak pekerjaan berada jauh dari akses transportasi utama sehingga material kudu diangkut secara manual. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga terampil di lapangan, Hutama Karya juga mendatangkan pekerja berilmu guna mendukung proses transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.
Perusahaan turut menerapkan beragam langkah untuk meminimalkan akibat lingkungan, termasuk membersihkan area pekerjaan setiap hari dan menutup kembali jalur pipa nan melintasi lahan pertanian setelah proses pengecekan selesai dilakukan.
Upaya percepatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 399 kepala family nan tinggal di delapan letak huntara sekarang telah kembali mendapatkan akses air bersih.
Selain itu, pemulihan jaringan transmisi Palukahan dan pengedaran Balai Gadang sukses menormalkan pasokan air bagi 21.082 sambungan rumah dalam waktu kurang dari 30 hari sejak pekerjaan dimulai. Penanganan darurat di SPAM Guo Kuranji juga sukses menjaga pasokan air bagi sekitar 6.312 pengguna aktif.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan beragam pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, PDAM setempat, serta masyarakat sekitar. Sebanyak 65 persen tenaga kerja nan terlibat alias sekitar 83 orang berasal dari masyarakat lokal.
Seluruh pekerjaan rehabilitasi dan pemulihan darurat ini ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026. Setelah rampung, prasarana nan dibangun diharapkan bisa memberikan jasa air bersih nan lebih andal dan berkepanjangan bagi masyarakat.
(ega/anl)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·