Hubungan Tanpa Status, Kenapa Semakin Banyak Dipilih?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi berdampingan tangan. Foto: Shutterstock

Belakangan, hubungan tanpa status alias situationship semakin sering dibicarakan di media sosial. Dua orang terlihat dekat, saling memberi perhatian, apalagi bertindak layaknya pasangan, tetapi tidak pernah betul-betul sepakat memberi nama pada hubungan mereka.

Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan, kenapa semakin banyak orang memilih hubungan tanpa status?

Takut Komitmen alias Masih Mencari Kepastian?

Tidak semua orang nan menjalani hubungan tanpa status takut berkomitmen. Ada nan merasa tetap mau mengenal pasangannya lebih jauh sebelum memutuskan menjalin hubungan nan serius.

Namun, ada juga nan memilih tetap berada di hubungan nan tidak jelas lantaran takut kehilangan seseorang. Akhirnya, hubungan terus melangkah tanpa arah nan pasti.

Di sisi lain, sebagian orang merasa hubungan tanpa status memberi kebebasan. Mereka bisa menikmati kedekatan tanpa merasa mempunyai tanggung jawab sebesar ketika sudah resmi berpacaran.

Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup

Media sosial juga ikut memengaruhi langkah anak muda memandang hubungan.

Istilah seperti situationship, red flag, green flag, hingga love language semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Tanpa disadari, langkah kita memahami hubungan juga ikut berubah.

Banyak orang sekarang lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Mereka tidak mau terburu-buru menjalin komitmen jika belum betul-betul yakin. Di sisi lain, ada pula nan merasa nyaman berada di hubungan nan "mengalir saja", meskipun statusnya tidak jelas. Tidak Selalu Buruk, Tapi Perlu Kejelasan

Hubungan tanpa status sebenarnya tidak selalu berhujung buruk. Selama kedua belah pihak mempunyai pemahaman dan angan nan sama, hubungan bisa melangkah dengan baik.

Masalah mulai muncul ketika salah satu pihak menganggap hubungan tersebut serius, sementara pihak lainnya hanya menganggapnya sebagai kawan dekat.

Perbedaan angan inilah nan sering memicu rasa kecewa. Seseorang bisa merasa sudah memberikan banyak waktu dan perhatian, tetapi rupanya hubungan nan dijalani tidak pernah mempunyai tujuan nan sama. Karena itu, komunikasi nan jujur tetap menjadi perihal nan paling penting, apa pun corak hubungannya.

Pada Akhirnya, Semua Orang Mencari Kepastian

Setiap orang mempunyai langkah nan berbeda dalam menjalani hubungan. Ada nan nyaman menjalin komitmen sejak awal, ada pula nan memerlukan waktu lebih lama untuk memastikan perasaannya.

Memilih hubungan tanpa status bukan berfaedah salah, begitu juga memilih hubungan nan jelas sejak awal. nan terpenting adalah kedua belah pihak saling memahami tujuan, batasan, dan angan masing-masing.

Sebab pada akhirnya, hubungan nan sehat bukan ditentukan oleh seberapa keren istilahnya, melainkan oleh rasa saling menghargai, komunikasi nan terbuka, dan kepastian nan membikin kedua orang merasa sama-sama dihargai.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan