Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEANDALAN perusahaan tambang tidak hanya diukur dari besarnya volume pekerjaan nan diselesaikan, tetapi juga dari disiplin menjaga keselamatan dan kontribusinya bagi organisasi sekitar. Health, Safety, and Environment (HSE) nan kuat dan Corporate Social Responsibility (CSR) nan terarah sekarang menjadi cermin kualitas tata kelola sekaligus tanggung jawab moral korporasi.
“Kami percaya pertumbuhan upaya hanya berarti jika dibangun di atas fondasi keselamatan nan kondusif dan bertanggungjawab," kata Direktur PT Cipta Kridatama (CK) Roni Setyawan, di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ia menyatakan tidak ada kompromi dalam perihal keselamatan operasi lantaran itu menjadi prasyarat dasar setiap aktivitas usaha. "Setiap insan nan bekerja di area tambang kudu pulang dengan selamat ke keluarganya,” jelas Roni.
Ia menjelaskan pada sektor pertambangan, daya saing sebuah perusahaan tak hanya ditopang produktivitas operasi, tetapi juga disiplin tata kelola, budaya keselamatan, dan keberlanjutan program sosial. "Kombinasi ini semakin krusial ketika pelaku upaya dituntut menjaga keandalan operasi sekaligus menghadirkan faedah terukur di sekitar wilayah kerja," tuturnya.
Sepanjang 2025 misalnya, CK bisa membukukan 42.197.090 jam kerja, mempertahankan zero fatality selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023, serta mencatat frequency rate nan tetap berada di bawah periode pemisah industri. Berkat itu pula, CK meraih Gold Winner kategori Keselamatan Operasi Pertambangan pada Indonesia Mining Services Award (IMSA) 2026 nan diselenggarakan Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo).
"Empat site operasional CK di Sumatra dan Kalimantan juga menerima penghargaan Zero Accident pada 2025. Ini menegaskan disiplin keselamatan dijalankan konsisten di lapangan," paparnya.
Ia melanjutkan kemenangan CK pada IMSA 2026 turut ditopang penemuan safety di lapangan, salah satunya melalui fatigue-triggered auto-braking system nan dikembangkan berbareng mitranya.
"Teknologi ini bisa mendeteksi kelelahan operator dan memicu pengereman otomatis, dengan keahlian menghentikan truk bermuatan dari kecepatan 50 km per jam dalam jarak kurang dari 30 meter," ucapnya.
Dari sisi sumber daya manusia, terang dia, CK memperkuat keselamatan lewat program Advance Development Operator Program (ADOP), Training Need Analysis, serta tingkat sertifikasi kompetensi 99%–100% pada pengawas dan tenaga teknis.
"CK menjalankan standar operasi nan ditopang sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Struktur K3LH nan terintegrasi dan pertimbangan berkepanjangan menjadi fondasi nan membikin keselamatan datang sebagai praktik harian, bukan sekadar slogan," paparnya.
Roni menambahkan penghargaan ini mencerminkan investasi jangka panjang pada penguatan kompetensi, inovasi, teknologi keselamatan serta memperkuat penyelenggaraan good mining practices di seluruh lini operasi CK di Sumatra dan Kalimantan.
Pada momentum berbeda, anak upaya PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini juga membawa pulang predikat Top CSR Awards 2026 Star 3 dari Majalah TOPBusiness atas kiprah program tanggung jawab sosial nan dinilai berakibat nyata bagi masyarakat.
CK berbareng mitranya di Kalimantan Selatan mengembangkan program Biotron alias Biochar Three in One, suatu penemuan pembuatan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
“Pengakuan atas keahlian HSE dan CSR nan dilakukan Grup ABMM ini bukanlah garis akhir, melainkan pengingat bahwa kepercayaan publik dibangun melalui hasil nan dapat diuji, operasi nan selamat, tata kelola nan kuat, serta kontribusi nan dirasakan masyarakat,” tutupnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·