Houthi Peringatkan AS Tak Ikut Campur Bantu Saudi dalam Konflik Yaman

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Houthi Peringatkan AS Tak Ikut Campur Bantu Saudi dalam Konflik Yaman

Ilustrasi.

SANAA - Kelompok Houthi memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak berasosiasi dalam kampanye militer Arab Saudi di Yaman. Houthi menakut-nakuti bakal menyerang pasukan Amerika jika Washington melakukan intervensi dalam bentrok nan kian memanas tersebut.

Konfrontasi ini semakin intensif menyusul serangan mematikan nan dilancarkan Houthi terhadap airport internasional utama Arab Saudi. Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan setidaknya 13 orang—termasuk seorang penduduk negara Amerika—dan melukai lebih dari 300 orang, menurut info terkini. Serangan lain pada hari Minggu menyebabkan satu orang tewas dan 11 orang terluka.

Dalam pernyataan kepada RT pada Minggu (11/10/2026), para pejabat di Sanaa nan dikuasai Houthi memperingatkan bahwa keterlibatan militer AS bakal memicu tindakan balasan, termasuk serangan terhadap kapal perang Amerika di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb nan strategis. Peringatan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington bakal "mempertimbangkan" untuk berasosiasi dalam serangan Saudi terhadap aktivitas nan didukung Iran itu.

Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah kembali memanasnya pertempuran dalam bentrok Yaman nan telah berjalan selama satu dekade. Pada September, golongan Houthi sukses menguasai wilayah nan cukup luas di sepanjang pesisir Laut Merah dan di sekitar Selat Bab el-Mandeb, termasuk merebut kota pelabuhan Mocha. Sejak saat itu, pasukan pemerintah nan didukung Arab Saudi telah melancarkan serangan jawaban dan menyatakan sukses merebut kembali posisi-posisi strategis di dekat jalur pelayaran vital nan menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Riyadh telah meningkatkan serangan udara untuk mendukung operasi ofensif pemerintah Yaman, sementara pihak Houthi berjanji untuk terus menargetkan airport serta prasarana Arab Saudi hingga kerajaan tersebut menghentikan kampanye militer dan blokadenya terhadap Yaman.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑