Hore! Bantuan Beras Pemerintah 30 Kg Berlanjut hingga Desember

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar support beras dilanjut hingga akhir tahun, untuk mengantisipasi akibat El Nino.

Hal itu dibahas saat rapat terbatas di Istana Negara, berbareng Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026). Terkait memitigasi akibat El Nino, ada beberapa program nan disiapkan termasuk support beras.

Bantuan beras itu bakal dilanjutkan hingga Oktober, November, dan Desember 2026.

"Bantuan beras sampai bulan September itu 30 kg, dan pengarahan bapak presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya ialah Oktober, November, dan Desember," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, support beras nan disalurkan sebelumnya telah digelontorkan kepada 33,2 juta family kategori desil 1-4 sebanyak 10 kilogram per bulan selama 3 bulan.

Selain itu, Airlangga mengatakan, pemerintah juga terus memonitor akibat musibah erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di wilayah terdampak.

Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor nan mengalami gangguan serta memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

"Ya pertama tentu di wilayah nan terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami tetap monitor program-program apa nan terkena di beragam provinsi tersebut," kata Airlangga.

Lebih lanjut, pemerintah juga mencermati akibat dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Airlangga mengatakan pemantauan dilakukan terhadap akibat letusan beberapa gunung di Indonesia, khususnya terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

"Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat nan sangat berkurang," lanjutnya.

Selain aktivitas masyarakat, gangguan akibat musibah juga berpotensi memengaruhi sektor logistik. Pemerintah mencermati kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap sektor penerbangan nan mempunyai keterkaitan dengan pengangkutan kargo.

"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo," kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan alias pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.

"Kita tetap monitor berapa lama ini kudu ditutup," kata Airlangga.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News