Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), menanggapi temuan banyak koper jemaah haji rusak saat tiba di Tanah Suci. kumparan menerima laporan setidaknya 39 koper rusak—ada nan bodinya pecah, roda patah, ritsleting dol, apalagi handle lepas.
HNW menyayangkan kejadian ini kembali terjadi. Menurutnya, dalam penyelenggaraan haji sebelumnya, masalah koper rusak sudah pernah terjadi.
"Pertama tentu kita sangat menyayangkan terulangnya kasus masalah koper ini. Padahal dengan semangat baru, dengan kementerian nan baru, mestinya pihak penyedia alias pihak nan dalam tanda kutip menerima memenangkan tender alias pemenang pesanan untuk koper, harusnya juga menghadirkan semangat baru, ialah membantu sukses dengan menghadirkan koper nan betul-betul berkualitas," kata HNW kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5).
HNW menilai, jika koper jemaah tidak berkualitas, apalagi sampai pecah, jelas ini mengganggu jemaah untuk melaksanakan ibadah haji.
"Mengganggu juga kesiapan psikis ya, lantaran jika koper bermasalah tentu ini juga berdampak," ucap HNW.
HNW nan juga personil Komisi VIII DPR ini mengatakan, jika ada temuan seperti ini, para calon jemaah bisa segera melapor kepada kepala rombongan agar segera mendapat tindak lanjut.
"Karenanya, ketika kemudian ada laporan semacam ini, pertama sudah semestinya para calon jemaah haji nan kopernya mendapatkan masalah ini segera lapor ke pihak Karom (Kepala Rombongan) untuk kemudian dilanjutkan ke pihak Kementerian Haji, agar ada perhatian serius dari Kementerian Haji," kata HNW.
"Supaya Kementerian Haji juga bisa dengan data-data itu menegur keras pihak penyedia koper untuk segera mengganti, gitu ya. Segera mengganti alias memberikan tukar rugi," tambah dia.
Wrapping Bukan Solusi Perlu Ganti Rugi
HNW menilai, penggunaan wrapping juga bukan solusi. Sebab, jika dibuka, kondisi koper jemaah sudah rusak dan bakal menyulitkan jemaah.
"Dan saya kira tidak cukup dengan wrapping ya, lantaran jika wrapping kan berfaedah tetap rusak itu, dan wrapping kan kelak begitu selesai kan dibuka plastiknya, ya rusak ya tetap rusak," ucap HNW.
"Jadi menurut saya harusnya selain jikalau solusi sementaranya dengan wrapping, tapi kudu ada tukar rugi. Ganti rugi apakah dalam corak duit untuk membeli koper nan baru, alias diberikan koper baru nan tidak rusak gitu. Jangan juga koper barunya lebih rusak lagi," tambah HNW.
Politikus PKS ini mengatakan, masalah ini bakal menjadi catatan dan pertimbangan di Komisi VIII setelah penyelenggaraan haji rampung.
"Kita di Komisi VIII, kelak bakal ada pertimbangan keras terhadap masalah koper-koper ini. Karena dalam perjanjian nan sudah dimenangkan oleh para penyedia koper itu, anggarannya sudah sangat memadai untuk hadirnya koper nan berkualitas. Termasuk juga tas untuk tempat paspor dan lain sebagainya, itu juga banyak juga nan melaporkan itu juga tidak berkualitas. Jadi itu semuanya kelak bakal menjadi pertimbangan dari Komisi VIII," kata HNW.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·