HIPMI: Kunjungan Internasional Prabowo Dapat Membuka Peluang Investasi dan Transfer Teknologi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
 Kunjungan Internasional Prabowo Dapat Membuka Peluang Investasi dan Transfer Teknologi Anthony Leong(Istimewa)

CALON Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto nan aktif melakukan kunjungan ke beragam negara dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Anthony, kunjungan luar negeri Presiden Prabowo kudu dilihat sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi nasional, bukan sekadar aktivitas diplomatik rutin. Ia menilai Presiden sedang menjalankan pendekatan geoekonomi nan bermaksud mempercepat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

“Presiden Prabowo sedang menjalankan geoekonomi secara praktis. Beliau datang langsung di beragam negara untuk membangun kemitraan investasi strategis, memperkuat pengembangan sumber daya manusia, memperluas akses perdagangan, sekaligus membuka kesempatan transfer teknologi nan dibutuhkan Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju,” kata Anthony dikutip dari keterangan tertulis nan diterima, Jumat (5/6).

Anthony menilai hasil dari beragam lawatan internasional tersebut mulai terlihat melalui meningkatnya kepercayaan bumi terhadap Indonesia. Berbagai pertemuan bilateral maupun forum internasional telah menghasilkan komitmen investasi berbobot besar nan mencakup sektor energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan, infrastruktur, ekonomi digital, hingga pengembangan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa dalam situasi dunia nan semakin kompetitif, hubungan langsung antara pemimpin negara menjadi aspek krusial dalam menarik investasi dan membangun kepercayaan pelaku upaya internasional.

Menurut Anthony, bumi saat ini sedang mengalami perubahan besar dalam rantai pasok dan rantai nilai global. Karena itu Indonesia kudu mengambil posisi strategis agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi menjadi pemain utama dalam industri berbobot tambah tinggi.

“Kita sedang menyaksikan gimana global value chain berbasis sumber daya alam dirajut ulang. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita kudu menjadi price maker, bukan terus-menerus menjadi price taker. Untuk mencapai itu, kita memerlukan investasi, teknologi, dan kemitraan dunia nan kuat. Itulah nan sedang dibangun Presiden Prabowo melalui diplomasi ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anthony mengatakan bahwa faedah kunjungan luar negeri tidak selalu dapat diukur secara instan. Namun, fondasi kerja sama nan dibangun hari ini bakal menentukan posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi dunia pada masa mendatang.

Ia menambahkan bahwa bumi upaya nasional juga kudu bisa menangkap kesempatan nan dibuka pemerintah melalui beragam kerja sama internasional tersebut.

“Momentum ini kudu dimanfaatkan oleh bumi upaya Indonesia. Kita perlu mendorong lahirnya pabrik-pabrik baru berbasis teknologi, mengembangkan sektor peternakan modern dengan konsep smart farming, memperkuat hilirisasi, serta mulai membangun industri strategis masa depan seperti semikonduktor. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat produksi dan penemuan nan diperhitungkan dunia,” tutur Anthony.

Anthony menegaskan bahwa diplomasi nan dilakukan Presiden Prabowo pada akhirnya bermaksud untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, dia membujuk seluruh komponen bangsa untuk memberikan support terhadap beragam upaya pemerintah dalam memperluas kemitraan internasional nan dapat memberikan faedah jangka panjang bagi pembangunan ekonomi Indonesia. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑