Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan hotel dunia Hilton memandang masa depan cerah industri pariwisata India. Negara di Asia Selatan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pasar akomodasi terbesar di bumi dalam satu dasawarsa mendatang.
Presiden Hilton Asia Pasifik Alan Watts apalagi menilai India merupakan pasar perjalanan dan pariwisata paling menarik secara dunia saat ini.
"India adalah pasar paling menarik untuk perjalanan dan pariwisata secara global, dan bakal tetap demikian selama dasawarsa berikutnya," ujar Watts, mengutip CNBC.com, Minggu (6/9/2026).
Optimisme Hilton tersebut datang di tengah pelemahan pasar China nan tetap membebani keahlian perusahaan di area Asia Pasifik. Pendapatan per bilik tersedia alias revenue per available room (RevPAR) Hilton di Asia Pasifik hanya tumbuh sedikit di atas 1% pada kuartal II.
Menurut Watts, tekanan tersebut sepenuhnya berangkaian dengan upaya Hilton di China nan terdampak lemahnya kepercayaan konsumen di luar periode liburan.
Sebaliknya, empat pasar Asia Hilton lainnya menunjukkan keahlian nan jauh lebih kuat. Pertumbuhan RevPAR di area Asia Utara dan India apalagi mencapai dua digit.
"Kami memandang momentum nan kuat di sejumlah pasar Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara dan Jepang," kata Watts dalam wawancara terpisah.
Salah satu tren nan menjadi pendorong utama upaya Hilton adalah meningkatnya perjalanan antarnegara di Asia. Sekitar delapan dari setiap 10 malam bilik hotel di area tersebut dihasilkan oleh visitor dari negara-negara Asia sendiri.
Kondisi tersebut dinilai memberikan prospek pertumbuhan jangka panjang nan kuat bagi industri perhotelan di kawasan.
Bangun Hotel di India
Untuk menangkap kesempatan tersebut, Hilton terus memperluas jaringan hotelnya di India. Saat ini, Hilton mempunyai 60 hotel dalam beragam tahap pembangunan di negara tersebut. Perusahaan juga telah mempunyai komitmen untuk membangun 400 hotel tambahan berbareng sejumlah mitra.
Strategi Hilton tidak lagi hanya berfokus pada kota-kota besar di India. Perusahaan mulai memperluas jangkauan ke kota tier dua dan tier tiga dengan mengandalkan merek hotel kelas menengah seperti Hampton dan Spark by Hilton.
Targetnya adalah menangkap pertumbuhan visitor domestik India nan semakin besar.
"India adalah pasar nan sangat menarik," kata Watts.
Salah satu kesempatan nan juga dibidik Hilton adalah wisata religi.
Watts memandang tetap minimnya hotel bermerek di sejumlah destinasi kunjungan terkenal India, seperti Ayodhya dan Tirupati, meskipun kedua wilayah tersebut bisa menarik jumlah visitor nan sangat besar.
Menariknya, ekspansi tersebut tidak banyak memerlukan komitmen modal dari Hilton. Menurut Watts, pemilik properti di India membiayai pembangunan hotel mereka sendiri dan kemudian menggandeng Hilton untuk mengelola properti tersebut.
"Mereka tentu datang kepada kami untuk mengelola properti mereka, tetapi kami belum diminta memberikan komitmen dari neraca kami," ujarnya.
Model tersebut memungkinkan Hilton memperluas jaringan hotelnya dengan memanfaatkan investasi dari pemilik properti lokal.
Kelas Menengah Jadi Mesin Pertumbuhan
Hilton memandang kesempatan upaya di beragam segmen nilai di Asia Pasifik.
Pertumbuhan kelas menengah, peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, serta semakin besarnya minat masyarakat untuk berjalan menjadi sejumlah aspek nan diyakini bakal mendorong industri pariwisata kawasan.
"Kami memandang kesempatan di semua tingkatan nilai dan terus mendapatkan faedah dari investasi prasarana nan cepat, seiring meningkatnya minat konsumen untuk bepergian, meluasnya kelas menengah dan membaiknya konektivitas di seluruh kawasan," kata Watts.
Bagi Hilton, India menjadi salah satu pasar utama untuk menangkap tren tersebut. Perusahaan pun mulai menggeser strategi dari ketergantungan pada hotel premium di kota-kota besar menuju jaringan hotel nan lebih luas dan terjangkau bagi visitor domestik.
Dengan pertumbuhan ekonomi, kelas menengah, perjalanan domestik, serta wisata religi nan terus berkembang, Hilton memandang India mempunyai potensi untuk menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam industri pariwisata dan perhotelan dunia dalam dasawarsa mendatang.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·