Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa Siap Dikembangkan di RI

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa Siap Dikembangkan di RI

Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa Siap Dikembangkan di RI (Foto: Freepik)

JAKARTA - Fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis teknologi gasifikasi plasma di Indonesia siap dikembangkan. Sebagai langkah awal penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FlexiH Inc.

Melalui kesepakatan ini, kedua perusahaan bakal berganti info dan mengevaluasi potensi biomassa sebagai bahan baku, kesempatan penyerapan hidrogen (offtake), serta opsi partisipasi investasi dengan tetap menjaga kerahasiaan info selama proses evaluasi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, NDA menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran info dalam mendalami potensi kerja sama.

"Ini merupakan langkah awal nan sangat krusial dan strategis. Langkah ini menjadi fondasi norma serta corak komitmen berbareng dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan info sensitif, seiring dengan dimulainya rencana penyelenggaraan kerja sama dan pertukaran info antara PLN Energi Primer Indonesia dan FlexiH Inc.,” ujar Hokkop dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

FlexiH Inc. merupakan perusahaan teknologi daya bersih berbasis di Amerika Serikat nan mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon. Salah satu teknologi nan dikembangkan adalah gasifikasi plasma nan berpotensi mengolah beragam jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk daya berbobot tambah.

CEO and Founder FlexiH Inc. Natarianto Indrawan mengatakan kerjasama menjadi aspek krusial dalam pengembangan teknologi daya masa depan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik Indonesia.

“Pengembangan daya masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun kerjasama nan menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri. Indonesia mempunyai kekayaan biomassa nan dapat dikembangkan menjadi produk berbobot tambah lebih tinggi. Dengan pendekatan teknologi nan tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian daya sekaligus mendukung dekarbonisasi,” ungkap Natarianto.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑