Helikopter Layak Terbang sebelum Kecelakaan Maut di Sarawak, Asap dan Api Diselidiki

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Helikopter Layak Terbang sebelum Kecelakaan Maut di Sarawak, Asap dan Api Diselidiki Direktur Pelaksana Grup Layang Layang Aerospace, Johan Poong Abdullah, mengatakan laporan awal kecelakaan helikopter menunjukkan pemeliharaan dan pengelolaan seluruh armada pesawat milik perusahaan tersebut telah melangkah sesuai ketentuan.(Free Malaysia Today)

OTORITAS Malaysia menyatakan helikopter nan mengalami kecelakaan dan menewaskan lima orang, termasuk empat petugas Kementerian Kesehatan Malaysia, dalam penerbangan jasa master keliling di Sarawak dalam kondisi laik terbang sebelum keberangkatan. Kondisi cuaca di sekitar letak kecelakaan juga dilaporkan relatif mendukung. Namun, penyebab kecelakaan pada 8 September itu tetap diselidiki.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan awal Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) di bawah Kementerian Transportasi Malaysia nan dirilis, Jumat (16/10).

Laporan itu menyebut pilot mempunyai lisensi dan kualifikasi nan sesuai untuk menjalankan penerbangan serta sertifikat kesehatan nan tetap berlaku. Helikopter tersebut juga mempunyai sertifikat registrasi dan kelaikudaraan nan sah.

“Helikopter tersebut mempunyai Sertifikat Registrasi dan Sertifikat Kelaikudaraan nan tetap bertindak serta dinyatakan laik terbang pada saat diberangkatkan,” demikian bunyi laporan tersebut.

Kondisi itu belum menjelaskan penyebab kecelakaan nan merenggut lima nyawa tersebut. AAIB menegaskan penyelidikan keselamatan tetap berjalan dan info aktual nan terkumpul baru berada pada tahap awal.

Penyelidik tetap mengumpulkan info mengenai operasi penerbangan, penerapan prosedur standar, dan riwayat perawatan helikopter. Data tersebut diperlukan untuk menilai sistem keselamatan serta mengidentifikasi kemungkinan kondisi tersembunyi nan berkontribusi terhadap kecelakaan.

“Analisis menyeluruh atas fakta-fakta tersebut, beserta temuan akhir, penyebab, dan faktor-faktor nan berkontribusi, bakal diuraikan dalam laporan akhir,” kata AAIB.

Salah satu temuan nan menjadi perhatian adalah rekaman video dari darat. Rekaman itu memperlihatkan jejak asap dan indikasi api di sekitar bagian belakang kotak roda gigi utama (main gearbox) pada fase akhir penerbangan.

Namun, penyelidik belum memastikan sumber maupun makna krusial asap dan api tersebut dalam rangkaian kecelakaan. Karena itu, temuan visual tersebut belum dapat dijadikan konklusi mengenai penyebab jatuhnya helikopter.

Sebelum kecelakaan, helikopter berangkat dari Miri dan mendarat di Ba’Lai. Setelah berada di darat selama beberapa waktu, pesawat melanjutkan penerbangan menuju Selungo dan mengisi bahan bakar di sana.

“Berdasarkan info nan tersedia saat ini, tidak ditemukan kejadian abnormal selama rangkaian penerbangan tersebut,” demikian keterangan laporan awal.

Helikopter kemudian bertolak dari Selungo menuju landasan pacu pendek dan lepas landas (STOLport) Long Lellang di Sarawak. Kecelakaan terjadi di sekitar area tersebut.

Insiden itu menewaskan pilot dan empat petugas Kementerian Kesehatan Malaysia nan sedang bekerja dalam jasa Flying Doctor Service (FDS), ialah jasa kesehatan udara untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. (The Star/B-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑