Heboh Pesta Babi, Mentan: Yang Kami Lakukan di Merauke untuk Rakyat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |13:11 WIB

 nan Kami Lakukan di Merauke untuk Rakyat

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai rumor "Pesta Babi" nan belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai rumor "Pesta Babi" nan belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Amran menegaskan bahwa program pengembangan lahan di Merauke merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat. Kami membangun optimasi lahan, menyediakan irigasi, menyerahkan perangkat dan mesin pertanian (alsintan), serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Traktor kami berikan cuma-cuma kepada petani, alsintan kami siapkan, dan irigasi kami bangun. Semua untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan, program tersebut telah memberikan akibat nyata bagi masyarakat Papua, terutama dalam meningkatkan kesiapan pangan dan menekan nilai beras.

"Dulu nilai beras di Papua bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram. Sekarang sekitar Rp13 ribu. Ini hasil kerja nyata nan dirasakan masyarakat," lanjutnya.

Amran menilai, narasi tersebut telah menutupi kebenaran besar mengenai upaya pemerintah membangun ketahanan pangan nasional melalui optimasi lahan dan peningkatan produksi pangan di beragam daerah.

"Kenapa nan dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak memandang Sumatera Selatan nan kami buka dan kembangkan hingga ratusan ribu hektare? Kenapa tidak memandang Kalimantan Selatan nan rawa-rawanya kami sulap menjadi lahan produktif sehingga bisa ditanami tiga kali dalam setahun? Kenapa tidak memandang Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan?" ujarnya.

Mentan Amran menduga beragam tudingan terhadap program pangan nasional muncul lantaran adanya pihak-pihak tertentu nan tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada pangan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com