Acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, ramai diperbincangkan. Sebab, terdapat peserta nan kostum serta peraga berbau satanis. Bahkan, salah satu peserta juga dikabarkan meninggal dunia.
Dalam video nan beredar, tampak sejumlah peserta mengenakan kostum bernuansa iblis. Selain itu, mereka juga menampilkan sejumlah simbol-simbol satanis dalam aktivitas nan digelar pada Kamis (10/9).
Para peserta kemudian naik di atas panggung memperagakan adegan-adegan satanis. Salah satunya sekelompok peserta mengenakan jubah berwarna putih. Mereka membawa peti dan berdiri melingkar.
Kemudian, mereka membawa kambing hidup dan dimasukkan ke dalam peti tersebut. Salah satu peserta memotong kambing hingga kepalanya putus. Kepala kambing itu lampau diangkat dan tampak darah berucuran.
Sementara, ada salah satu peserta nan mengenakan jubah setan dikabarkan meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, mengatakan bahwa peserta karnaval nan meninggal berjulukan Ahmad Faiz bin H. Masykur (40) penduduk Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Purno juga meluruskan mengenai narasi Faiz nan meninggal mendadak saat aktivitas karnaval tidaklah benar.
Ia menjelaskan, seusai karnaval, Faiz mampir ke rumah pamannya di Gg. 1B, Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran sekitar pukul 00.00 WIB.
"Masih sempat ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya, apalagi tetap sempat membelikan teh untuk pamannya. Sekitar pukul 02.30 WIB Ahmad Faiz izin pamit pamannya untuk pulang ke rumahnya untuk tidur lantaran lelah," kata Purno saat dikonfirmasi, Minggu (13/9).
Sekitar pukul 04.00 WIB, istrinya mendapati Faiz dengan nafas nan tersengal-sengal. Kemudian korban sempat hendak dibawa ke dokter, namun belum ada master nan buka.
Kemudian datang juga seorang tokoh kepercayaan di Simbang Kulon memberikan masukan agar mengiklhaskan korban, namun keluarganya tetap berupaya membawa korban ke RSI Pekajangan.
"Akan tetapi saat hendak dibawa menggunakan kendaraan bermotor rupanya Ahmad Faiz sudah meninggal dunia," ucapnya.
"Dari pihak family telah mengiklaskan meninggalnya Faiz dan tidak bersedia dilakukan autopsi," tambahnya.
Purno menyampaikan bahwa penyebab kematian Faiz diduga lantaran kelelahan, bukan saat kehabisan napas ketika karnaval berlangsung.
"Iya info awal tidak terkait, meninggal dunianya sudah di rumah. Sudah tidur. Kelelahan," kata dia.
Purno juga bakal mendalami lebih lanjut mengenai dengan penyelenggaraan karnaval nan bernuansa satanis tersebut. Pihaknya juga bakal berencana bakal memanggil penyelenggara untuk diminta keterangan.
"Kami monitor, saran kami tampung, kami monitor," kata dia.
Sementara itu, dalam karnaval itu juga terdapat dugaan tindakan pengeroyokan nan terjadi.
Penanggung Jawab Kontingen RT 11/RW 04 Desa Simbang Kulon, Saiful Mubarok, mengatakan bahwa narasi pengeroyokan nan beredar di media sosial tersebut tidaklah benar.
Menurutnya, kejadian perselisihan tersebut dipicu oleh ulah penonton nan berasal dari luar Desa Simbang Kulon.
"Terkait perihal tersebut, saya mewakili teman-teman dari kontingen RT 11, RW 04 mau memosisikan bahwa pengeroyokan tersebut tidaklah benar, melainkan dipicu oleh penonton dari luar Desa Simbang Kulon," ujar Saiful.
Ia menjelaskan, kejadian itu bermulai ketika oknum penonton dari luar desa tersebut mencoba merebut properti atraksi berupa aksesoris obor milik rombongan peserta. Saat peserta berupaya mempertahankan propertinya, oknum penonton tersebut justru melakukan pemukulan terlebih dahulu.
"Kronologinya, dari penonton luar tersebut merebut properti kami nan berupa atribut aksesoris obor. Lantaran dari kawan kami mempertahankan, justru dari penonton luar tersebut malah memukul. Spontan dari teman-teman nan ada di tempat kejadian merasa emosi dan akhirnya membalas tindakan pemukulan tersebut," jelasnya.
Saiful juga meluruskan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di area utama karnaval, melainkan di pertigaan Kertijayan nan berada di luar area Desa Simbang Kulon.
Mengenai kondisi peserta, Saiful memastikan tidak ada korban luka berat dalam kejadian tersebut.
"Tidak ada korban dari tempat kami, hanya ada jejak pukulan di tangan saja," tambahnya.
Ia juga menegaskan seluruh rombongan kontingen nan terlibat murni merupakan penduduk Simbang Kulon RT 11/RW 04, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Ia mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan narasi-narasi menyesatkan nan dapat merugikan nama baik desa maupun panitia kontingen.
"Harapannya ke depan untuk masyarakat luas agar tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan berita-berita hoaks alias narasi-narasi negatif nan dapat merugikan desa kami, Simbang Kulon, maupun kontingen dari RT 11, RW 04. Dan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Saiful.
Di sisi lain, Kapolsek Buaran, AKP Sunarto, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
"Kalau soal pemukulan, ini sedang kita selidiki. Nanti kita panggil saksi-saksi terlebih dahulu. Kemudian untuk sementara korban belum melaporkan," ujar Sunarto.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·