ilustrasi(Magnific)
BIJI chia (chia seeds) dikenal sebagai salah satu superfood nan kaya bakal nutrisi, seperti masam lemak omega-3, serat, dan antioksidan. Bahan makanan ini kerap dicampurkan ke dalam smoothie, gandum, alias dibuat menjadi puding untuk membantu menjaga kesehatan jantung hingga pencernaan.
Meski kaya bakal manfaat, biji chia menyimpan potensi akibat bagi perseorangan nan sedang menjalani pengobatan medis tertentu. Sifat alami biji chia dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas obat alias memicu pengaruh samping nan tidak diinginkan.
Interaksi Biji Chia dengan Makanan dan Obat
- Obat Tekanan Darah Tinggi: Kandungan antioksidan dan peptida dalam biji chia dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Namun, jika dikonsumsi berbarengan dengan obat hipertensi, penurunan tekanan darah bisa terjadi secara berlebihan.
- Obat Pengencer Darah: Biji chia mempunyai sifat antiplatelet nan membantu mencegah pembekuan darah. Jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah (antikoagulan), akibat pendarahan dapat meningkat.
"Jika Anda mengonsumsi antikoagulan alias antiplatelet, berhati-hatilah," ujar apoteker Ronald Smith, Pharm.D., RPh.
- Obat Diabetes: Kandungan serat nan tinggi pada biji chia membantu memperlambat pencernaan dan mengontrol gula darah. Kendati demikian, pengguna insulin alias obat glukosuria perlu memantau kadar gula darah secara berkala agar tidak merosot terlalu rendah (hipoglikemia).
"Jika Anda baru mengenal biji chia dan sedang mengonsumsi insulin, konsultasikan dengan master Anda, lantaran Anda mungkin perlu menyesuaikan dosisnya," kata Robert Graham, M.D., M.P.H., master ahli penyakit dalam dan kedokteran integratif.
Pengaruh Terhadap Penyerapan Obat
Selain memicu pengaruh tambahan pada gula darah dan tekanan darah, tingginya serat dalam biji chia juga dapat memperlambat penyerapan jenis obat tertentu di dalam saluran pencernaan. Jika Anda rutin mengonsumsi biji chia dalam jumlah banyak, disarankan untuk memberi jarak waktu antara jam makan dan agenda minum obat.
Bagi perseorangan nan sedang dalam pengobatan kondisi di atas tetapi mau mengonsumsi biji chia, Dr. Graham menyarankan metode "start low and go slow". Langkah ini dilakukan dengan mengonsumsi biji chia dalam porsi mini terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan secara berjenjang sesuai tingkat toleransi tubuh.
Para mahir menyarankan agar pasien selalu berkonsultasi dengan master alias apoteker sebelum melakukan perubahan pola makan secara signifikan guna memastikan keamanan hubungan obat. (Eating Well/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·