Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku heran dengan adanya pihak nan melakukan laporan ke polisi atas kritik publik soal rumor pangan. Hal ini baru saja dialami pengajar nan juga pengamat norma tata negara, Feri Amsari.
Hal ini disampaikan Hasto dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (18/4/2026).
Padahal, kata Hasto Indonesia dibangun atas tradisi dialektika dan kebebasan berpendapat, sehingga kritik semestinya tidak dipandang sebagai ancaman.
“Sekarang ini kritik masalah pangan diadukan ke polisi. Kritik masalah terhadap pemerintah diadukan kepada polisi. Padahal Republik ini dibangun dengan suatu dialektika,” kata Hasto.
Ia menegaskan, kritik terhadap pemerintah bukan upaya untuk menjatuhkan. Kritik, kata dia justru merupakan corak kepedulian dan cinta terhadap bangsa.
“Kalau kita kritik pemerintah bukan berfaedah kita tidak mau pemerintah berhasil. Justru ketika kita kritik pada pemerintah lantaran kita sayang, cinta tanah air kepada Republik ini,” jelas Hasto.
Ia menilai, ruang kerakyatan kudu tetap dijaga melalui kebebasan berpendapat, kebebasan pers, serta kegunaan pengawasan lembaga legislatif terhadap pemerintah.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·