Olympique Lyonnais sukses mengalahkan Auxerre 3-1 pada pekan ke-3 Ligue 1. Kemenangan ini membawa Lyon memuncaki klasemen sementara berkah kontribusi para pemain baru.(Olympique Lyonnais)
DIMOTORI penampilan apik para pemain barunya, Olympique Lyonnais sukses mengamankan tiga poin usai menaklukkan Auxerre dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-3 Ligue 1 di Stadion Groupama, Jumat lalu. Kemenangan nan diraih di tengah cuaca panas terik tersebut membawa Lyon naik ke puncak klasemen sementara Ligue 1, menggeser Lille berkah kelebihan selisih gol.
Dengan hasil ini, Les Gones mengumpulkan 7 poin dari tiga pertandingan. Di sisi lain, Auxerre makin terbenam di dasar klasemen setelah menelan tiga kekalahan beruntun dan telah kebobolan 11 gol tanpa meraih satu poin pun.
Hasil positif ini sekaligus menjadi momen kebangkitan bagi skuad didikan Paulo Fonseca setelah melewati pekan nan berat. Sebelumnya, Lyon kudu menerima realita pahit tersingkir di babak play-off Liga Champions dan ditahan seri Le Havre 1-1 di liga. Tim asal Rhone tersebut juga tampak mulai beradaptasi pasca ditinggal penyerang jagoan mereka, Malick Fofana, nan hengkang ke klub Inggris, Sunderland, dengan nilai transfer 30 juta euro.
Dalam konvensi press sebelum laga pada Kamis lalu, Fonseca sempat menyatakan kepuasannya terhadap aktivitas transfer klub dan menilai skuadnya musim ini lebih komplit dibanding musim sebelumnya. Keyakinan sang pembimbing terbukti di lapangan ketika dua pemain baru langsung membawa Lyon unggul 2-0 di babak pertama.
Bek tengah asal Austria, Felix Bacher, membuka kelebihan Lyon pada menit ke-28 memanfaatkan umpan sepak pojok dari Ernest Nuamah. Hanya berselang tiga minute, giliran bek kanan asal Swiss, Zachary Athekame, nan mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan terukur setelah menerima umpan tarik dari Loïs Openda (31').
Openda, nan tampil sangat aktif di lini depan, sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-18. Namun, gol tersebut dianulir usai peninjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan sang pemain terjebak offsides tipis.
VAR juga menyelamatkan gawang Lyon dari kebobolan lebih awal. Gol Auxerre nan dicetak striker asal Inggris, Cameron Archer, pada menit ke-22 dibatalkan lantaran adanya pelanggaran terlebih dulu oleh Kevin Danois terhadap Corentin Tolisso di tengah lapangan. Meski demikian, Archer akhirnya sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-42 memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Lyon.
Memasuki babak kedua, Lyon kembali memperlebar keunggulan. Ernest Nuamah mencetak gol ketiga pada menit ke-53 lewat tindakan perseorangan ciamik dan tembakan menyilang usai menerima umpan dari Mads Bidstrup.
Sepanjang pertandingan, Lyon tampil sangat dominan dengan menguasai 63% penguasaan bola dan menciptakan 14 peluang, di mana 7 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Lyon sejatinya bisa menang dengan skor lebih besar umpama peluang-peluang dari Openda, Tolisso, Bidstrup, serta tembakan Kaïl Boudache nan membentur mistar gawang di akhir laga sukses membuah gol.
Di sisi lain, lini pertahanan Lyon sempat memperlihatkan beberapa celah usai gol Auxerre. Beruntung, kiper Dominik Greif tampil sigap menghalau ancaman dari tembakan Clément Akpa pada menit ke-49 dan sundulan Danny Namaso di menit ke-56. Kemenangan 3-1 ini memperkuat hingga laga usai dan memperkokoh posisi Lyon di papan atas. (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·