Hasil Ekshumasi Sutrimo, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan Benda Tajam atau Tumpul

Sedang Trending 33 menit yang lalu

 Tak Ada Tanda Kekerasan Benda Tajam alias Tumpul

Polda Metro Jaya gelar bertemu pers hasil ekshumasi Sutrimo (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepolisian berbareng tim master forensik menyampaikan hasil pemeriksaan mengenai kematian Sutrimo, laki-laki nan disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Dari pemeriksaan, tim forensik tidak menemukan tanda kekerasan akibat barang tajam maupun barang tumpul.

“Pada pemeriksaan tidak ditemukan luka apa pun jejak akibat kekerasan tajam ataupun tumpul, serta tidak ditemukan patah tulang nan berangkaian dengan kekerasan,” kata Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto dalam konvensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Yudianto mengatakan, pemeriksaan toksikologi terhadap organ tubuh dan tanah di sekitar pemakaman juga tidak menemukan kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.

“Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah nan ada di sekitar pemakaman, tidak ditemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen ataupun sianida. Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada beragam organ dan jaringan tubuh,” ujarnya.

Temuan lain nan menjadi perhatian tim forensik berangkaian dengan kondisi sistem kardiovaskular Sutrimo. Pemeriksaan menemukan sejumlah aspek akibat dan perubahan patologis, di antaranya frank sign berupa lekukan pada kedua cuping telinga, lemak abdomen nan tebal, serta tembok arteri koroner nan keras dan menebal.

Pemeriksaan histopatologi juga menunjukkan adanya penyempitan lumen arteri koroner hingga sekitar 75 persen.

Berdasarkan keseluruhan pemeriksaan, baik pemeriksaan luar, dalam, maupun pemeriksaan penunjang, tim forensik menyebut penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian Sutrimo.

“Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, maka kami simpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian,” kata Yudianto.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑