Hari Santri Nasional Jadi Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Hari Santri Nasional Jadi Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas

Hari Santri Nasional Jadi Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas

JAKARTA  - Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menyiapkan lima program strategis untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren di Indonesia. Langkah ini menjadi corak rekognisi, afirmasi, dan pelembagaan komitmen negara kepada pesantren, sehingga santri mendapatkan ruang fasilitasi penuh untuk tumbuh berdaya.

Sekadar diketahui, momen Hari Santri Nasional digelar untuk mengenang perjuangan para ustadz dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Delapan puluh satu tahun nan lalu,  Hadratus Syekh Kiai Hasyim Asy'ari mewakili seluruh penduduk pesantren mengumandangkan Resolusi Jihad. Sebuah fatwa monumental nan menegaskan bahwa memihak NKRI adalah fardhu 'ain dan mempertahankan kemerdekaan adalah ibadah tertinggi.

“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa ketika kedaulatan bangsa terancam, seruan perlawanan sangat luar biasa lahir dari dinding-dinding pesantren, digelorakan oleh kaum sarungan, dan dihidupi oleh jiwa para santri,” ujar Nasaruddin saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri 2026 bertema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" di Gedung Kemenag.

Sementara itu, Pemprov Jawa Tengah memperkuat pendidikan, memberikan danasiwa kepada sekitar 480 santri, mendorong penguasaan teknologi, dan meningkatkan perlindungan di lingkungan pesantren untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penguatan peran santri tidak cukup hanya melalui pendidikan agama, tetapi juga perlu didukung keahlian teknologi, akses pendidikan tinggi, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jawa Tengah menjalankan program Pesantren Obah untuk memperkuat pendidikan pesantren sekaligus membekali santri dengan keahlian nan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Program tersebut mencakup nan pertama adalah pelatihan-pelatihan nan dibutuhkan oleh santri nan di pesantren belum ada, dan menguatkan pendidikan-pendidikan nan ada di pesantren untuk semakin dikenal oleh masyarakat dan diterapkan di masyarakat,” kata Taj Yasin.

Salah satu konsentrasi pengembangan santri adalah keahlian memanfaatkan teknologi dan media digital. Santri didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga bisa menghasilkan konten positif nan dapat menjangkau masyarakat luas.

Pemprov Jateng, kata Taj Yasin, mendorong training media dan teknologi agar santri bisa menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑