Hari Museum Indonesia, Menbud Dorong Museum Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta -

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mendorong percepatan pemajuan museum di seluruh Indonesia sebagai pusat edukasi, etalase peradaban, hingga motor baru pertumbuhan ekonomi (new engine of economic growth).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian berdikari oleh Presiden Prabowo Subianto memungkinkan konsentrasi dan percepatan penuh pada perlindungan, pemanfaatan, serta diplomasi kebudayaan.

Menurutnya, peringatan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober 2026 dengan tema "Kebudayaan Soko Guru Bangsa, Museum sebagai Rumah Budaya" merupakan momentum krusial untuk menghidupkan museum-museum Tanah Air, baik milik pemerintah pusat, daerah, swasta, maupun perorangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak alias cost center, melainkan ruang hidup, pusat inspirasi, serta potensi besar sebagai new engine of economic growth. Jika ditata dan dikelola dengan baik lewat pameran nan standar, penceritaan (storyline) nan kuat, hingga sentuhan teknologi imersif, museum bisa menarik antusiasme publik nan sangat besar, khususnya generasi muda," ungkap Fadli dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Fadli saat memberikan sambutan pada aktivitas Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 nan digelar di Museum Rudana, Ubud, Bali, kemarin.

Dalam sambutannya, Fadli mengungkapkan sejumlah program revitalisasi museum nan menjadi program prioritas Kementerian Kebudayaan. Adapun Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muara Jambi nan baru diresmikan pada Agustus 2026 menjadi salah satu bukti konkret program penghidupan kembali museum.

Meskipun berada di letak nan belum terjangkau transportasi umum memadai, kata Fadli, penataan museum modern dengan sentuhan teknologi bisa menyedot 3.000 hingga 4.000 visitor per hari pada akhir pekan.

Lebih lanjut, Fadli juga menjelaskan sejumlah strategi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan ekosistem budaya sekaligus permuseuman nasional.

Adapun sejumlah upaya nan telah dilakukan Kementerian Kebudayaan mencakup revitalisasi bentuk dan tata pamer museum, penguatan sumber daya manusia dan riset, support pendanaan swasta dan filantropis, penguatan sistem registrasi nasional, serta penemuan program generasi muda.

Di akhir sambutan, Fadli menegaskan kebudayaan merupakan sumber daya nan berkarakter sirkular dan tidak pernah habis. Oleh lantaran itu, perlu sinergi erat antara pemerintah, lembaga swasta, hingga organisasi dan masyarakat untuk melestarikan ekosistem budaya, salah satunya melalui revitalisasi museum.

Fadli juga menekankan peran krusial museum dalam merawat warisan budaya, memperkuat identitas bangsa, serta menjadi ruang edukasi, penelitian, dialog, dan produktivitas nan inklusif dan relevan bagi masyarakat.

"Mari kita jadikan museum bukan hanya sebagai rumah bagi koleksi, melainkan juga sebagai rumah bagi gagasan, ingatan kolektif, dialog, dan masa depan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan adalah sokoguru bangsa, dan museum merupakan salah satu rumah utama tempat nilai-nilai kebangsaan dirawat, dipelajari, diwariskan, dan terus dikembangkan," tutupnya.

Sebagai informasi, turut datang dalam aktivitas tersebut, Founder Museum Rudana, Nyoman Rudana; Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Romania to the Republic of Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN, Dan Adrian Bălănescu; Rektor ISI Bali, I Wayan Kun Adnyana; Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Cokorda Gde Bayu Putra; serta pegiat museum dan organisasi budaya.

Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan, ialah Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri bagian Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Penasihat Menteri bagian Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana.

Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 turut menghadirkan prosesi Penganugerahan Ksatria Award dari Museum Rudana kepada sejumlah pegiat budaya dan museum, ialah Prof. Dr. RM. Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Nagara; Dr. Nyoman Nuarta sebagai penerima Anugerah Ksatria Mahottama Budaya; serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai penerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara.

Selain itu, Menteri Kebudayaan turut membuka pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana berjudul "Gunung Suwung: Enigmatic Color Triumph through a Retrospective Journey".

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑