Ilustrasi(Dok Istimewa)
HARI Lingkungan Hidup Sedunia merupakan agenda tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) nan diperingati setiap 5 Juni secara global, termasuk oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) di area kerja Proyek Hu’u dan sekitarnya. Tahun ini, STM membuka rangkaian aktivitas Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan membujuk pelajar SMAN 1 Pajo, Kabupaten Dompu, mendaur ulang limbah domestik berupa minyak jelantah.
Berdasarkan info Badan Pusat Statistik NTB, rata-rata konsumsi minyak goreng masyarakat di provinsi ini pada tahun 2025 mencapai sekitar 1,2 liter per kapita per bulan. Dengan tingkat konsumsi minyak goreng nan cukup tinggi tersebut, sebagian besar bakal berhujung sebagai minyak jelantah.
Minyak sisa penggorengan ini perlu dikelola secara tepat, termasuk didaur ulang, agar tidak merusak ekosistem perairan, kesuburan tanah, hingga menimbulkan masalah kesehatan lantaran senyawa berbahaya.
Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di SMAN 1 Pajo dimulai dengan penyampaian materi lingkungan dan tutorial pemanfaatan minyak jelantah oleh tim Sustainability STM. Pemateri menjelaskan bahwa alih-alih dibuang begitu saja, minyak jelantah dapat didaur ulang menjadi sabun, lilin, hingga minyak pelumas sederhana. Selanjutnya, dengan bahan nan telah tersedia, peserta pun diajak membikin produk berfaedah dari minyak jelantah, dalam perihal ini berupa sabun cuci.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pajo, Amar Hadi menyambut baik inisiatif STM nan merangkul para pelajar dalam aktivitas Hari Lingkungan Hidup Sedunia. “Siswa dapat merasakan langsung gimana mereka menjaga lingkungan, membikin lingkungan menjadi sehat, dan mendaur ulang minyak jelantah menjadi produk nan bermanfaat,” ujar Amar melalui keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, aktivitas ini selaras dengan nilai nan diterapkan di SMAN 1 Pajo, ialah pendidikan nan dekat dengan bumi. Dalam kesempatan ini, Amar juga berambisi agar STM dapat terus mendukung pengembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu, sebagaimana nan telah dilakukan selama ini.
“Harapan kami, semoga STM dapat terus mencerdaskan masyarakat, membikin para pelajar well educate, tidak hanya belajar di sekolah tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Terima kasih STM, semoga sukses selalu,” ungkap Amar.
Principal Environmental Advisor STM, Ratri Auliandari, menerangkan bahwa edukasi lingkungan bagi pelajar SMAN 1 Pajo merupakan kelanjutan dari program “Sustainability Goes to School”.
Program ini dilakukan secara bergilir di sekolah-sekolah nan berlokasi di sekitar area kerja STM. Sebelumnya, program lingkungan proaktif ini berjalan di SDN 12 Hu’u, Kecamatan Hu’u, dengan materi edukasi tentang daur ulang sampah plastik.
Ratri menambahkan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, STM tidak hanya memberikan edukasi tentang daur ulang di SMAN 1 Pajo. “Kami juga mempunyai program lingkungan nan melibatkan beragam pihak, seperti penanaman pohon berbareng masyarakat Desa Sawe dan lokakarya lingkungan bagi tenaga kerja dan mitra kerja STM di Site Hu’u. Langkah kerjasama ini selaras dengan tema dunia Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, ialah #NowForClimate,” jelasnya.
Rangkaian aktivitas tersebut melengkapi upaya terpadu STM dalam pelestarian lingkungan, baik di dalam maupun luar area kerja perusahaan. Sepanjang 2026, STM telah menanam dan membagikan lebih dari 1.150 bibit pohon kepada masyarakat untuk mendukung program penghijauan. Sementara sebelumnya, pada 2025, STM telah merehabilitasi lahan nan tak lagi digunakan untuk keperluan eksplorasi seluas 8,92 hektare, alias mencapai 105% dari sasaran semula.
“Berbagai upaya pelestarian lingkungan seperti studi rona awal, pemantauan rutin, hingga pembibitan tanaman, juga terus kami lakukan agar perkembangan Proyek Hu’u selaras dengan kelestarian alam di sekitarnya. Sebagai bentuk komitmen, STM juga telah mempunyai sertifikat internasional ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, menunjukkan kesungguhan perusahaan terhadap perlindungan lingkungan apalagi sejak tahap eksplorasi,” tandas Ratri. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·