Hari Kesehatan Mental Sedunia, Memahami Gangguan Jiwa dan Kaitannya dengan Kesehatan Otak

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Memahami Gangguan Jiwa dan Kaitannya dengan Kesehatan Otak

Kesehatan mental. (Foto: Freepik)

SETIAP 10 Oktober, bumi memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia alias World Mental Health Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, mengurangi stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa, serta mendorong akses terhadap jasa kesehatan mental nan layak.

Dalam momentum ini, pemahaman mengenai gangguan jiwa menjadi penting. Gangguan jiwa bukan sekadar persoalan emosi alias pikiran, melainkan kondisi kesehatan nan dapat memengaruhi langkah seseorang berpikir, mengelola emosi, berperilaku, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

1. Gangguan Jiwa Bukan Sekadar Tidak Bisa Membedakan Realitas

dr. Elly Tania Sp.KJ dari RS Sumber Waras Jakarta dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone mengatakan gangguan jiwa kerap disalahartikan sebagai kondisi ketika seseorang tidak bisa membedakan khayalan dan realitas. Padahal, gangguan jiwa mempunyai cakupan nan jauh lebih luas.

Tidak semua orang dengan gangguan jiwa mengalami gangguan dalam menilai realitas. Sebagian orang dapat mengalami kekhawatiran berlebihan, depresi, perubahan suasana hati, alias kesulitan mengendalikan perilaku tanpa kehilangan keahlian memahami realitas.

Otak mempunyai peran krusial dalam mengatur proses berpikir, emosi, perilaku, serta beragam kegunaan nan mendukung kehidupan sehari-hari. Karena itu, perubahan pada kegunaan otak dapat berangkaian dengan perubahan kondisi mental seseorang.

“Gangguan jiwa itu adalah gangguan nan bermaslaah pada daya nilai realita. Jadi dia tidak dapat menilai ini khayalan alias realita,” ujar dr. Elly.

“Dan perlu kita ketahui, jiwa orang itu ada di otak. Otak itu nan mengatur yg mengontrol semua organ tubuh seperti jantung, paru, pembuluh darah dan lainnya. nah jadi jiwa itu juga nan mengatur langkah berpikir kita, langkah gimana kita beremosi dan berperilaku,” lanjutnya.

“Serta juga mengatur kegunaan hidup kita sehari-hari dalam hubungan sosial, mungkin dalam berkegiatan speetri mungkin seksual, kemudian makan tidur dan sebagainya. Itu semua diatur oleh otak,” jelas dr. Elly.

“Jadi sakit jiwa itu sebetulnya adalah sakit otak. Jadi makanya jiwa dan bentuk itu tidak bisa dipisahkan lantaran organnya jiwa itu ada di otak. kita berbincang jiwa maka kita berbincang otak,” sambungnya.

2. Penyakit Fisik Juga Dapat Pengaruhi Kondisi Mental

dr. Elly mengatakan gangguan pada otak dan kondisi medis tertentu dapat menimbulkan perubahan pada pikiran, emosi, perilaku, apalagi kesadaran seseorang. Infeksi otak, stroke, perdarahan, tumor, serta gangguan metabolisme tubuh merupakan beberapa kondisi nan dapat memengaruhi kegunaan otak.

Pada situasi tertentu, gangguan tersebut dapat memicu kebingungan, perubahan perilaku, alias indikasi psikologis lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental perlu dipahami sebagai bagian nan tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk membedakan apakah perubahan kondisi mental berangkaian dengan gangguan psikiatri, penyakit fisik, alias kombinasi beragam faktor. Dengan demikian, penanganan dapat diberikan sesuai penyebab dan kebutuhan individu.

“Ada sesuatu perihal di otak nan mungkin menngakibatkan pikiran, emosi, perilaku, dan kegunaan hidup kita jadi berubah,” ucap dr. Elly.

“Bisa lantaran aspek organik, seperti sakit nan kronis, mungkin jangkitan di otak seperti virus, bakteri, jamur, mungkin lantaran pendarahan stroke, ataukah lantaran ada tumor lantaran ada metabolisme tubuh lainnya mengganggu keseimbangan. Pasti langsung akibatkan kita mungkin bicara jadi kacau, emosinya kacau, perilakunya kacau,” sambungnya.

“Meski demikian, gangguan jiwa tidak selalu disebabkan oleh penyakit organik alias kerusakan otak. Faktor genetik, pengalaman hidup, tekanan psikologis, lingkungan, dan kondisi sosial juga dapat berkontribusi terhadap munculnya gangguan mental,” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin women lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑