Tim SAR campuran saat melakukan pencarian korban terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Bali, Rabu (3/6).(Dok. Basarnas Bali)
UPAYA pencarian korban lenyap terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali memasuki hari ketujuh pada Rabu (3/6). Hingga sore hari, tim SAR campuran tetap terus melakukan beragam upaya pencarian untuk menemukan korban atas nama I Komang Sastra (12), nan belum diketahui keberadaannya.
"Pergerakan hari ini kami kerahkan SRU darat dan SRU laut dan juga SRU udara, menggunakan drone thermal menyisir sepanjang pantai," jelas I Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Tim SAR campuran memulai penyisiran sejak pukul 07.40 Wita. Sebanyak 26 personel dari beragam unsur SAR terlibat dalam aktivitas pencarian, ialah 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, 7 personel Polairud Polres Tabanan, 4 personel BPBD Kabupaten Tabanan, 8 personel Satbrimob Polda Bali, serta support dari Bhabinkamtibmas Desa Sudimara.
SRU laut mengerahkan satu unit rubber boat untuk melakukan pencarian di sekitar letak kejadian dengan luas area pencarian sekitar 5,56 nautical mile persegi. Selain itu, pemantauan udara dilakukan menggunakan drone thermal dengan arah pencarian ke barat dari Pantai Yeh Gangga sejauh kurang lebih 1 KM. SRU darat menyusuri ke arah barat dan timur sejauh 2 Km dari pukul 10.35 Wita hingga pukul 11.25 Wita.
Sempat diterima info dari pihak family adanya barang terapung-apung di 200 meter dari bibir pantai. Kecurigaan tersebut ditelusuri dengan menerbangkan drone thermal kembali, namun hasilnya nihil. Hanya terlihat batang kayu nan terapung-apung terbawa gelombang laut.
Dalam penyelenggaraan pencarian di laut, tim SAR campuran sempat menghadapi hambatan berupa tingginya gelombang dan ombak berlapis nan cukup membahayakan. Rubber boat nan digunakan kudu berjuang menembus beberapa lapis ombak besar selama nyaris dua menit sebelum akhirnya sukses mencapai area pencarian sesuai rencana operasi SAR.
Hingga pukul 13.00 Wita belum sukses menemukan titik terang. Disepakati oleh seluruh tim SAR gabungan, abdi negara setempat dan pihak family bahwa opèrasi SAR dihentikan.
"Perkembangan operasi SAR hingga sampai hari ketujuh, sampai hari ini operasi SAR kami hentikan lantaran belum ada tanda-tandanya penemuan korban," tutup I Wayan Juni Antara. Meskipun operasi SAR ditutup, namun jika ada laporan penemuan korban bakal segera ditangani.
Sebelumnya, pada hari kelima operasi SAR, Senin (1/6), tim SAR campuran juga melaksanakan pencarian melalui jalur udara dengan menerbangkan helikopter dari SGi Air Bali nan mendapat support dari Finns Club. Pencarian udara dilakukan selama kurang lebih satu separuh jam dengan cakupan area nan lebih luas. Namun hingga pencarian berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Seperti diketahui, korban I Komang Sastra (12), penduduk Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pergi ke pantai Yeh Gangga pada Kamis (28/5) berbareng seorang temannya. Saat sedang berenang di pantai, korban tiba-tiba dihantam ombak besar dari arah laut dan terseret arus hingga tak terlihat.
Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polres Tabanan, Brimob Batalyon Kompi B Mengwi, Polsek Tabanan, Babinsa Desa Sudimara, Bhabinkamtibmas Desa Sudimara, BPBD Tabanan, PMI Tabanan, ORARI Bali, RAPI Bali, Potensi SAR Bhuana Bali Rescue, Dinas Pendidikan Tabanan, Camat Tabanan, Perangkat Desa Sudimara dan pihak keluarga. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·