Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia 27 Juli: Gejala dan Deteksi Dini

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Gejala dan Deteksi Dini Peringatan Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia setiap 27 Juli.(Dok. Magnific)

DUNIA memperingati Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia (World Head and Neck Cancer Day) setiap tanggal 27 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap jenis kanker nan sering terlambat terdiagnosis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kanker sebagai salah satu penyebab kematian terbesar, namun penanganan efektif sangat mungkin dilakukan jika penyakit ditemukan sejak dini.

Kanker kepala dan leher merupakan golongan keganasan nan muncul pada jaringan rongga mulut, lidah, bibir, tenggorokan (faring), pita bunyi (laring), hingga kelenjar ludah. National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa sebagian besar kasus berasal dari sel skuamosa nan melapisi permukaan organ-organ di area tersebut.

Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC), terdapat beberapa aspek akibat utama nan memicu penyakit ini. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta jangkitan Human Papillomavirus (HPV) menjadi penyebab nan paling sering ditemukan. Selain itu, kebiasaan mengunyah pinang (areca nut) dan paparan sinar mentari berlebih pada bibir juga meningkatkan akibat secara signifikan.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan indikasi awal nan muncul. Tanda-tanda nan perlu diwaspadai meliputi sariawan nan tidak kunjung sembuh, munculnya benjolan di leher, bunyi serak berkepanjangan, hingga kesulitan menelan. Jika indikasi ini menetap lebih dari dua hingga tiga minggu, pemeriksaan medis segera sangat disarankan.

Deteksi awal tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesempatan kesembuhan pasien. Sayangnya, banyak kasus baru ditangani saat sudah memasuki stadium lanjut, nan membikin proses pengobatan menjadi lebih kompleks dan berat.

Melalui momentum 27 Juli ini, diharapkan masyarakat lebih proaktif dalam menerapkan style hidup sehat dan melakukan vaksinasi HPV. Dengan mengenali indikasi lebih awal dan menghindari aspek risiko, nomor keberhasilan pengobatan kanker kepala dan leher dapat ditingkatkan secara optimal. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia