Ilustrasi--Suasana LEGO Playground "Main dan Jadi Hebat" Fun Competition di Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu, 25 Juli 2026.(MI/HO)
PERINGATAN Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum krusial untuk mempertegas pentingnya penyediaan ruang bermain nan aman, inklusif, dan berarti bagi anak-anak Indonesia.
Di tengah tantangan modern seperti tingginya lama paparan layar (screen time) dan menyusutnya lahan bermain, aktivitas bentuk dan imajinatif dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam membangun ketangguhan serta keahlian sosial anak di masa depan.
Kesadaran bakal pentingnya bermain ini tercermin dalam temuan terbaru LEGO Play Well Report 2026. Laporan tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari para orang tua di Indonesia terhadap peran bermain dalam ekosistem keluarga.
Data LEGO Play Well Report 2026 (Indonesia)
| Orangtua percaya bermain krusial untuk kebahagiaan & kedekatan keluarga | 99% |
| Orangtua menilai faedah bermain perlu semakin diprioritaskan | 82% |
Merespons kebutuhan tersebut, The LEGO Group menggelar LEGO® Playground: Main dan Jadi Hebat 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 25 Juli 2026. Acara ini merupakan puncak kampanye nan membujuk family memaknai bermain sebagai sarana eksplorasi dan belajar, bukan sekadar hiburan.
Cedric Roose, General Manager for India and Asia Emerging Markets The LEGO Group, menekankan bahwa setiap keping LEGO dapat menjadi fondasi produktivitas dan rasa percaya diri.
"Melalui LEGO Playground, kami mau menghadirkan ruang bagi anak untuk bebas membangun dan mengekspresikan diri, sekaligus membantu orang tua memandang gimana bermain mendukung tumbuh kembang anak," ujarnya.
Acara ini dimeriahkan dengan LEGO Playground Fun Competition, saat anak-anak ditantang membangun kreasi unik dan menceritakan filosofi di kembali karyanya. Sebagai penutup, Air Mancur Tirta Cerita TMII menyuguhkan pagelaran spesial nan menampilkan proyeksi kreasi LEGO hasil karya anak-anak sebagai corak apresiasi atas khayalan mereka.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan Anak
Penyelenggaraan ini merupakan hasil kerjasama dengan TMII nan sekarang beralih bentuk menjadi destinasi budaya dan edukasi. Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyatakan bahwa semangat "Main dan Jadi Hebat" sejalan dengan visi TMII untuk menyediakan pengalaman belajar nan menyenangkan dan inklusif.
Kegiatan ini juga mendapat support penuh dari pemerintah. Hadir dalam aktivitas tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi, Deputi Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum, serta perwakilan dari Kementerian Perindustrian.
Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menjelaskan bahwa tema HAN 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", adalah pengingat bahwa bermain adalah kewenangan anak untuk mengeksplorasi bakat. "Inisiatif ini mendorong anak belajar dan membangun rasa percaya diri melalui lingkungan nan ramah anak," tuturnya.
Selain itu, inisiatif ini mendukung Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Woro Srihastuti dari Kemenko PMK menambahkan bahwa kerjasama ini juga membantu menciptakan keseimbangan sehat antara aktivitas bentuk dan digital (kesejahteraan digital), nan sangat krusial bagi keahlian masa depan anak Indonesia.
Melalui sinergi antara sektor swasta, pengelola ruang publik, dan pemerintah, diharapkan ruang bermain nan kondusif dan berarti dapat terus diperluas di seluruh penjuru negeri. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·