Ilustrasi.(Magnific)
SETELAH gelombang protes atas nilai tiket nan selangit, para fans sepak bola dunia mulai memandang sedikit titik terang, setidaknya di pasar penjualan kembali (resale). Data terbaru menunjukkan tren penurunan nilai tiket Piala Dunia di beragam platform pihak ketiga.
Menurut info dari grup analitik TicketData.com, nilai untuk lebih dari 90% pertandingan Piala Dunia mulai turun di situs-situs seperti StubHub dan SeatGeek. Tren ini pertama kali dilaporkan oleh The Athletic di tengah kritik tajam terhadap FIFA mengenai aksesibilitas bagi fans kelas menengah.
Penurunan Harga Signifikan
Saat FIFA merilis gelombang ketiga tiket resmi, nilai rata-rata di pasar resale justru mengalami penurunan sekitar 24% dibandingkan bulan lampau dan turun 8% dalam sepekan terakhir.
Hingga pertengahan Mei, nilai rata-rata tiket kategori get in (opsi termurah) untuk babak penyisihan grup berada di kisaran US$560 (sekitar Rp8,9 juta), turun dari US$720 pada bulan sebelumnya. Meski turun, nilai bangku di tribun bawah untuk banyak pertandingan fase grup tetap memperkuat di atas $1.000.
Analisis Pasar: "Harga turun lantaran tidak ada aktivitas pembelian nan cukup untuk mendukung nilai selangit saat ini," ujar Keith Pagello, pendiri TicketData. Ia menyebut kecepatan pembelian sangat lambat meskipun minat terhadap turnamen tetap tinggi.
Stadion tetap Banyak Kursi Kosong?
FIFA menyatakan telah menjual sekitar 5 juta tiket dan mengeklaim minat tetap kuat. Namun, dengan total kapabilitas stadion di Amerika Utara nan mencapai 7,5 juta kursi, info menunjukkan tetap banyak bangku nan tersedia.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya memihak kebijakan nilai tinggi tersebut. Menurutnya, nilai resmi kudu tetap tinggi untuk menekan para spekulan alias reseller. "Jika Anda menjual tiket dengan nilai terlalu rendah, tiket tersebut bakal dijual kembali dengan nilai nan jauh lebih tinggi oleh pihak lain," ujarnya pekan lalu.
Dampak Perang Iran dan Inflasi
Penurunan minat beli ini tidak lepas dari situasi geopolitik dan ekonomi global. Konsumen saat ini menghadapi kenaikan nilai bahan bakar dan tiket pesawat akibat perang AS-Iran, ditambah inflasi nan melampaui pertumbuhan upah.
Selain itu, laporan dari American Hotel & Lodging Association menunjukkan pemesanan hotel di kota-kota tuan rumah seperti Kansas City, Boston, dan Seattle tetap di bawah prakiraan awal. Di Kansas City, apalagi 90% responden melaporkan penjualan bilik hotel lebih rendah dibandingkan musim panas biasanya.
| Tiket Get In (Termurah) | US$720 | US$560 |
| Kursi Tribun Bawah | >US$1.200 | >US$1.000 |
Kondisi ini menciptakan siklus unik: calon pembeli memilih untuk menunggu di pinggir lapangan lantaran memandang tren nilai nan terus turun, nan pada gilirannya justru semakin menekan nilai ke bawah. Dengan sisa waktu satu bulan sebelum turnamen dimulai, tantangan FIFA sekarang adalah memastikan stadion terisi penuh di tengah daya beli fans nan terkoreksi. (NBC/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·