Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai menemukan nilai telur ayam turun di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Hal itu dilakukan Zulhas usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Palmerah pagi ini.
Zulhas mengatakan nilai telur saat ini mencapai Rp 27.000/kilogram (kg) di tingkat konsumen. Padahal, HAP-nya di rentang Rp 28.000-30.000/kg.
Menurut Zulhas, kondisi ini membikin nilai telur di tingkat peternak anjlok. Di sisi lain, biaya pakan semakin naik sehingga menambah beban di peternak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya di peternak itu biasanya kan mereka terima Rp 23.000 (per kg), sekarang terimanya ada nan Rp 20.000 (per kg). Tetapi jagungnya naik. Harga pakannya naik," ujar Zulhas di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Untuk kenaikan nilai pakan, Zulhas telah meminta Perum Bulog untuk melepas persediaan jagung dengan nilai subsidi ke sentra-sentra peternak petelur. Dengan begitu, dia berambisi nilai jagung untuk pakan bisa stabil kembali.
Lalu untuk menstabilkan nilai telur, Zulhas mendorong agar menu telur dalam program makan bergizi cuma-cuma (MBG) ditingkatkan. Menurutnya, program MBG dapat menstabilkan kembali nilai telur nan ambruk saat ini.
"Kemudian harganya agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Ini lagi saya mau telepon BGN. Karena jika BGN dua hari aja pakai telur, itu berfaedah kan 48 juta, satu kali shopping itu. Jadi jika dalam seminggu dua kali, itu bisa kembali kepada nilai HET," terang Zulhas sebelum menelepon.
Lantas Zulhas langsung menelepon Kepala BGN Dadan Hindayana. Dalam sambungan telepon tersebut, Zulhas menyampaikan nilai telur saat ini ambruk dan meminta agar menu MBG dalam beberapa hari ke depan bisa menggunakan telur.
"Assalamualaikum, Pak Dadan. Ini nan berkuasa ini. Ini nilai telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur. BGN beberapa hari ini pakai telur dulu Pak, agar nilai bisa sesuai HET," kata Zulhas kepada Dadan.
"Didorong, tolong bantu ya Pak. Agar peternak petelurnya bisa tetap senyum," tambah Zulhas.
"Iya, siap," sahut Dadan melalui sambungan tersebut.
"Baik. Terima kasih, Pak Dadan," tutup Zulhas dalam sambungan teleponnya.
Zulhas menekankan program MBG dapat berpengaruh pada nilai pangan. Saat ditanya mengenai penggunaan telur dalam program MBG saat ini rendah, Zulhas menerangkan menu MBG setiap harinya bervariatif dan berjuntai pada permintaan sekolah.
"Ada macam-macam. Sekolah-sekolah kan sekarang bisa pesan menu. Tapi jika ada darurat begini. Bukan darurat ya, tapi untuk stabilisasi gini, kita usul seminggu ini dua. Kalau seminggu ini dua, minggu depan udah," jelas Zulhas.
(acd/acd)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·