Harga Pertamax Bisa Naik Jadi Rp20.000 per Liter, Ini Hitung-hitungannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Harga Pertamax Bisa Naik Jadi Rp20.000 per Liter, Ini Hitung-hitungannya

Harga Pertamax Bisa Naik Jadi Rp20.000 per Liter, Ini Hitung-hitungannya (Foto: Pertamina Patra Niaga)

JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax bisa naik menjadi kisaran Rp18.000-Rp20.000 per liter. Potensi kenaikan nilai BBM nonsubsidi ini disebabkan krisis geopolitik nan berjalan di Timur Tengah.

Gejolak Timur Tengah kembali membikin nilai minyak bumi meroket. Saat ini nilai minyak menembus level USD108 per barel.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan, andaikan nilai minyak bumi tak menunjukkan penurunan ke level USD60-USD70 per barel sebagaimana sebelum terjadinya krisis geopolitik, maka nilai BBM di Indonesia, khususnya BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex bakal terdampak.

“Harga Pertamax, Dex, itu bakal berkisar di nomor Rp18 ribu-Rp20 ribuan lantaran belum ada indikasi terjadi penurunan nilai minyak dunia,” kata Eko seperti dikutip, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Diketahui, untuk saat ini nilai BBM Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter nan bertindak di September 2026. Pertamina tidak meningkatkan nilai Pertamax, meski telah meningkatkan nilai BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite dan Pertamina Dex.

Dia berambisi krisis geopolitik nan berjalan di Timur Tengah dapat segera mereda, sehingga dapat menekan nilai BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.

“Kita berambisi semoga itu (meredanya bentrok Timur Tengah) bisa terjadi segera. Kalau tidak, kondisinya bakal berakibat seperti sekarang,” ujar Eko.

Eko menyampaikan perang nan berjalan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran merupakan salah satu krisis geopolitik terberat nan dihadapi oleh Pertamina.

Saat perang antara Ukraina dengan Rusia, lanjut dia, krisis daya nan dihadapi oleh bumi tidak separah peperangan antara AS dengan Iran.

“Dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, rupanya dampaknya secara global. Selain kesiapan daya di dunia, nilai nan saat ini juga belum stabil,” kata Eko.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑