Fenomena kenaikan nilai oli turut ditemukan di bengkel resmi Honda. Fakta ini diutarakan langsung oleh Ahmad, Service Advisor jaringan Wahana Honda Margo Mulyo Megah di Jl. Raya Ragunan No. 10, Jati Padang Pasar Minggu.
“Kalau di sini nilai pasti langsung update dari AHM (Astra Honda Motor). MPX dan SPX keluar jauh lumayan, ya Rp 10 ribu alias Rp 13 ribu,” kata Ahmad kepada kumparan, Selasa (23/6/2026).
Bukan hanya oli, nilai suku cadang pun turut mengalami lonjakan. Kenaikan nan terjadi disebut menyeluruh ke nyaris semua komponen.
Namun, dia menyebut sejumlah konsumen mulai mengeluhkan soal kenaikan nilai oli dan suku cadang. Khususnya dari mereka nan bekerja sebagai pengemudi ojek online.
”Nah nan pengaruh banget itu ke ojek online. Selisih Rp 15 ribu itu lumayan banget bisa buat sekali makan,” tambahnya.
Ahmad menambahkan, kenaikan nilai tersebut terjadi secara berkala. Bahkan sampai tiga kali perubahan harga.
”Satu dalam jangka waktu Mei tuh naik dua kali, awal Juni tiga kali. Bahkan kemungkinannya bisa jadi sih naik lagi,” tandasnya.
Keluh pengendara ojek daring
Efek domino dari kenaikan nilai oli dan suku cadang menimpa beragam komponen masyarakat. Termasuk para ojek daring nan rutin menggunakan sepeda motor sehari-hari.
Nurhasan, salah satu pengemudi ojek daring mengutarakan keresahannya terhadap kenaikan oli nan telah terjadi.
”Ngaruh gede banget, biasanya Rp 35 ribu sampai Rp 60 ribu, sekarang Rp 80 ribuan,” katanya kepada kumparan di Pasar Minggu, Selasa (23/6/2026).
Terlebih, sepeda motor nan dipakai bekerja punya jarak tempuh harian nan terbilang cukup panjang. Tak heran jika dia rutin mengganti oli sepeda motornya satu kali per bulan.
Menanggapi nilai nan mengalami kenaikan, dia menyiasati dengan melakukan penggantian oli rutin dan pembersihan CVT secara berdikari guna menghemat ongkos jasa di bengkel.
Sebelumnya, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala tak menampik adanya kenaikan nilai pelumas dan suku cadang kendaraan roda dua.
”Oli sudah naik dari April, Mei naik lagi. Kalau bulan ini saya belum tahu, komponen plastik juga sedang naik. Ya bahan bakunya naik, kemudian kurs (mata duit rupiah) juga sekarang seperti ini (melemah),” kata Sigit kepada kumparan, Selasa (2/6/2026) lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·