Harga Minyak Tembus USD100, Bahlil: Tidak Membesarkan Defisit Kok

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Tidak Membesarkan Defisit Kok

Bahlil Lahadalia meyakini kenaikan nilai minyak mentah bumi tidak bakal membikin defisit APBN melebar. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini kenaikan nilai minyak mentah bumi tidak bakal membikin defisit APBN melebar. Pasalnya, potensi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) juga ikut meningkat seiring kenaikan nilai minyak tersebut.

Bahlil menjelaskan nilai minyak bumi saat ini telah melampaui dugaan APBN 2026 di level USD70 per barel. Adapun nilai minyak mentah bumi sekarang berada di kisaran USD100 per barel, sehingga subsidi daya ikut meningkat.

“Saya mau mengatakan bahwa kenaikan ICP dari USD70 itu kita bisa menambah anggaran subsidi BBM, tanpa LPG, kurang lebih sekitar Rp220–230 triliun lebih,” kata Bahlil dalam peluncuran Buku Satya Widya Yudha di area Senayan, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menjelaskan sasaran PNBP sektor migas tahun 2026 dengan dugaan nilai minyak USD70 per barel sekitar USD10,8 miliar alias setara Rp184 triliun. Sementara itu, dengan kenaikan nilai minyak menjadi USD100 per barel, potensi PNBP meningkat menjadi USD17,6 miliar alias setara Rp300 triliun (kurs: Rp17.090).

“Nah ini belum ada pendapatan dari komoditas lain. Jadi sebenarnya di satu sisi naik di subsidi, tapi kita ada sumber pendapatan lain nan belum kita hitung di APBN,” kata Bahlil.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com