Harga Minyak Naik Tajam Usai Trump Ancam Gempur Iran Habis-habisan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Harga minyak bumi melonjak tajam pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Lonjakan ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nan menakut-nakuti bakal menyerang Iran sebagai jawaban atas serangan rudal terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Rabu (29/7/2026), nilai minyak mentah Brent, nan menjadi referensi internasional, naik sekitar 7% ke level US$ 89,94 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat sekitar 6,9% menjadi US$ 84,69 per barel.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa AS bakal menyerang Iran dengan keras setelah Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan rudal balistik ke pasukan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran bakal dihajar habis-habisan. Kita bakal menyerang mereka dengan keras," kata Trump dikutip dari CNBC.

Menurut laporan dari Axios, Iran menargetkan pangkalan AS di Yordania. Komando Pusat AS mengatakan rudal-rudal tersebut sukses dicegat.

Upaya serangan tersebut mengakhiri jarak singkat dalam pertempuran. Harga minyak ambruk awal pekan ini lantaran bentrok tampaknya menuju ke arah de-eskalasi.

Sementara itu, pasukan AS dan Saudi menyerang beberapa letak logistik dan senjata teroris di Irak timur pada hari Selasa, sebagai jawaban atas lebih dari 30 serangan pesawat tak berawak dalam tiga hari terakhir oleh teroris nan berkawan dengan Iran.

Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah golongan Houthi dilaporkan kembali menargetkan akomodasi minyak Arab Saudi. Menurut penasihat industri pelaksana Xeneta, Bjorn Vang Jensen kepada CNBC, serangan terhadap akomodasi produksi, penyimpanan, hingga pelabuhan minyak berpotensi mengganggu pasokan daya dari area Timur Tengah.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance