Harga Kedelai Naik Terus Sejak Perang, Perajin Tahu-Tempe Putar Otak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Perajin tahu dan tempe memutar otak agar tetap produksi di tengah nilai kedelai impor nan melambung tinggi. Saat ini, nilai kedelai impor mencapai Rp 11.000 per kilogram di Duren Tiga Jakarta Selatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Perajin memilih untuk memperkecil ukuran tahu dan tempe, dibandingkan kudu meningkatkan nilai jual kepada konsumen. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pantauan CNBC Indonesia di letak pabrik tahu beberapa pekerja nan sibuk memproduksi tahu. Mulai dari penggilingan kedelai, memasak sari menjadi tahu sampai dengan produk jadi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Harga kedelai impor berangsur-angsur naik. Menurutnya kenaikan nilai kedelai impor akibat dampak perang luar negeri. Dari sebelumnya Rp10.000 kg, naik ke Rp10.500/kg, lampau naik lagi.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Kalau naik nilai bertahap, sedari selepas Lebaran tapi ya sejak perang Amerika itu. Kalau terus terusan ya bisa langka kedelai ini. Sekarang harganya sekitar Rp 11.000 per kilonya," kata Deni produsen kacang kedelai kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pedagang mengaku untung produksi tahu sedikit berkurang akibat kenaikan nilai kedelai tersebut. Ia memilih menyesuaikan ukuran tahu dibandingkan meningkatkan nilai jual. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Tandi salah satu perajin mengaku memilih untuk memperkecil ukuran tempe. Menurutnya perihal itu lebih efektif dibandingkan dengan meningkatkan nilai jual tempe. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Kalau produksi ya tetap, tapi kami menyiasati dengan mengurangi kedelai. Bisanya volume isi kedelainya kita kurangi,  jadi enggak naik nilai jualnya," jelasnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Tandi berambisi nilai kedelai impor dapat dikendalikan oleh pemerintah. Sehingga perajin tempe dan tahu tetap mendapat untung nan setara. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pekerja membikin tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Ya semoga bisa turun nilai (kedelai), jadi kami bisa tetap dapat untung meskipun tidak banyak," tutupnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News