Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 27 September 2026 |14:24 WIB

Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan

Harga Emas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga emas logam mulia diperkirakan tetap bergerak naik turun pada perdagangan pekan terakhir September 2026. Dinamika pasar dunia serta akumulasi tindakan borong dari bank sentral sejumlah negara menjadi aspek penentu arah pergerakan nilai komoditas ini.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa nilai logam mulia pada Sabtu pagi berada di level Rp2.653.000 per gram. Ia menilai nilai emas tetap berpotensi mengalami koreksi terbatas pada perdagangan pekan depan. Apabila terjadi pelemahan, nilai logam mulia diperkirakan turun sekitar Rp10.000 menuju posisi Rp2.643.000 per gram.

"Sampai hari Sabtu pagi, kemungkinan di Rp 2.720.000 per gram. Jadi untuk logam mulia, dalam perdagangan pekan depan, kemungkinan besar range-nya itu di Rp 2.520.000 per gram sampai di Rp 2.720.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Sementara untuk emas dunia, Ibrahim memproyeksikan level support berada di kisaran Rp3.948.000 per troy ounce, sedangkan pemisah resistance berada di posisi Rp4.654.000 per troy ounce.

Ibrahim menjelaskan bahwa penurunan nilai emas bumi maupun logam mulia justru membuka kesempatan strategis bagi bank sentral dunia untuk menambah porsi kepemilikan emasnya.

Momen penurunan nilai ini dimanfaatkan untuk diversifikasi persediaan devisa dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas.

“Karena dengan nilai nan relatif lebih murah ini bakal diuntungkan dari selisih harga. Nah di sini kita memandang bahwa nan aktif dalam melakukan pembelian ini adalah salah satunya Bank Central China,” ujarnya.

Ibrahim menyebut Bank Sentral China sebagai salah satu lembaga moneter nan paling garang memborong emas sepanjang tahun 2026. Pembelian konsisten tercatat sejak awal tahun hingga Juli, sementara akumulasi periode Agustus dan September terus dicermati oleh pelaku pasar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑