Harga Emas di Batam Turun Tipis, Pegawai Toko Sebut Ikuti Harga Global

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Harga Emas di Batam Turun Tipis, Pegawai Toko Sebut Ikuti Harga Global Suasana di dalam toko emas Batam pada Jumat (15/5). Meski nilai emas bumi turun lantaran penguatan dolar AS, antusiasme pembeli tetap tinggi.(MI/HENDRI KREMER)

HARGA emas di Batam terpantau mengalami penurunan tipis pada perdagangan Jumat (15/5). Koreksi nilai berkisar Rp10.000–Rp20.000 per gram, mengikuti pelemahan harga emas dunia nan tertekan penguatan dolar Amerika Serikat.

Di sejumlah toko emas di wilayah ini, penyesuaian nilai terjadi secara harian mengikuti pergerakan pasar. Salah satunya Banda Baru Mas di area Nagoya nan mencatat perubahan nilai pada emas 24 karat.

Seorang pegawai toko emas Sinar Baru Anwar, 44, mengatakan, perubahan nilai seperti ini sudah menjadi perihal nan wajar.
“Kalau dolar naik, biasanya nilai emas ikut turun sedikit. Kita hanya mengikuti nilai pasar saja,” katanya, Jumat (15/5).

Selain itu, toko emas Toko Mas Planet Gold nan berada di area Grand Batam Mall, lantai 1 alias 2 juga mengaku nilai selalu diperbarui mengikuti referensi harian.

Pegawai toko tersebut menyebutkan, perubahan nilai sudah sering terjadi sehingga pengguna umumnya sudah memahami kondisi pasar.
“Pembeli sekarang sudah paham, nilai emas memang naik turun. Kami hanya menyesuaikan saja dari pusat,” ujar Ayong, 33, salah satu pegawainya.

Sementara itu, nilai referensi emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga ikut terkoreksi. Untuk emas 1 gram, nilai berada di kisaran Rp2.819.000 dengan nilai buyback sekitar Rp2.636.000 per gram.

Penguatan dolar AS menjadi aspek utama pelemahan nilai emas. Kondisi ini membikin emas lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat sehingga permintaan dunia menurun.

Selain itu, suku kembang tinggi di AS turut membikin penanammodal lebih memilih aset berbunga seperti obligasi dibanding emas nan tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar global, nilai emas bergerak di kisaran USD 4.650–4.680 per ounce dan tetap mengalami tekanan ringan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Analis menilai penurunan ini tetap berkarakter jangka pendek. Emas berpotensi kembali menguat jika terjadi ketidakpastian dunia alias andaikan The Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga. Namun selama dolar tetap kuat, tekanan terhadap emas diperkirakan belum mereda. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑