Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |11:08 WIB

Harga Pangan (Foto: Okezone)
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah wilayah selama Ramadan guna memastikan kesiapan pasokan dan kelancaran pengedaran daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang Idulfitri.
Hasil pengawasan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi menunjukkan pasokan di tingkat peternak dan rumah pangkas hewan (RPH) dalam kondisi cukup, sehingga nilai di pasar relatif stabil sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat nilai telur Rp31.000–Rp32.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000-Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram. Pasokan ayam terpantau melimpah di tingkat pedagang dengan pengedaran terus diperkuat agar stabilitas nilai tetap terjaga.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan nilai tetap dalam pemisah normal. “Harga daging ayam rata-rata tetap berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan nilai tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).
Di Bandung, pemantauan 20–21 Februari 2026 dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. Pemotongan di RPH MBC rata-rata 15 ekor per hari dengan pasokan sapi siap pangkas dalam kondisi cukup. Harga karkas di tingkat RPH Rp105.000–Rp107.000 per kilogram, tetap dalam koridor HAP.
Di tingkat pedagang, daging sapi dijual Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sementara jenis has Rp150.000 per kilogram alias sekitar 7 persen di atas HAP. Struktur nilai menunjukkan pedagang tingkat pertama menjual pada kisaran Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sedangkan nilai Rp150.000 terjadi pada pedagang tingkat kedua, mencerminkan dinamika margin di hilir.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan kenaikan tidak berasal dari hulu. “Harga karkas di RPH Rp105.000-Rp107.000 per kilogram tetap dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” ujarnya. Ia menambahkan nilai ayam hidup di kandang tetap sesuai acuan, jadi nan perlu dijaga adalah stabilitas pengedaran dan margin di hilir agar tetap wajar.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·