Jakarta -
Harga beras di Jepang akhirnya turun pada Mei untuk pertama kalinya setelah 3,5 tahun terakhir. Penurunan ini terjadi setelah lonjakan nilai beras nan sempat menekan pemerintah dan memicu ketidakpuasan publik.
Harga beras melonjak tajam sepanjang 2024 dan 2025 akibat gangguan pasokan nan dipicu beragam faktor, termasuk cuaca panas serta tindakan panic buying setelah pemerintah mengeluarkan peringatan potensi gempa besar dua tahun lalu.
Mengutip CNA, Sabtu (20/6/2026), seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Jepang nan menangani info inflasi mengatakan bahwa nilai beras, tidak termasuk varietas premium koshihikari, pada Mei tercatat 5,4% lebih rendah dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan tersebut menjadi nan pertama sejak November 2022. Pemerintah Jepang nan sekarang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengambil beragam langkah untuk menekan nilai beras, termasuk dengan melepas persediaan beras darurat milik negara ke pasar.
Warga Tokyo berjulukan Jun Hongo mengatakan penurunan nilai sangat membantu dirinya. Meskipun menurutnya, nilai beras tetap tergolong mahal dan jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Beberapa hari lampau saya memandang beras bungkusan 10 kilogram dijual di kisaran 4.000 yen untuk pertama kalinya setelah sekian lama, jadi saya langsung membelinya," kata laki-laki berumur 48 tahun tersebut.
Menurut para ahli, kelangkaan beras dipicu oleh beragam faktor. Salah satunya adalah musim panas nan sangat panas dan kering pada 2023 nan merusak hasil panen di beragam wilayah Jepang.
Setelah itu, sejumlah pedagang disebut mulai menimbun beras dengan angan bisa memperoleh untung lebih besar di kemudian hari. Masalah tersebut semakin memburuk akibat panic buying setelah pemerintah memperingatkan potensi gempa besar pada 2024, meskipun musibah tersebut akhirnya tidak terjadi.
Di saat nan sama, kenaikan nilai pangan impor membikin permintaan terhadap beras lokal meningkat. Rekor jumlah visitor nan datang ke Jepang juga disebut turut mendorong lonjakan konsumsi beras.
(ily/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·