Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 0,28% secara bulanan alias month to month (mtm), lebih tinggi dibanding catatan per April 2026 sebesar 0,13%. Komponen inflasi tertinggi terjadi untuk golongan pengeluaran transportasi pada April 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, inflasi untuk golongan pengeluaran transportasi itu mencapai 0,61% dengan andil 0,07%.
"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,61%," kata Pudji saat konvensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Besaran inflasi itu jauh lebih tinggi dibanding golongan pengeluaran lain seperti makanan, minuman dan tembakau 0,39% meski andilnya 0,12%, serta inflasi golongan informasi,, komunikasi, dan jasa finansial sebesar 0,45% dengan andil 0,03%.
Pudji menjelaskan, tingginya nomor inflasi di sektor transportasi itu disebabkan komoditas bensin nan mengalami kenaikan nilai sebesar 0,49% dengan andil 0,02%. Diikuti oleh tarif pikulan udara 2,75% dengan andil 0,02%, dan pelumas alias oli mesin 3,85% dengan andil 0,01%.
Adapula komoditas solar dengan tekanan inflasi mencapai 4,22% dan andilnya hanya sebesar 0,01%. Lalu, komoditas pemeliharaan alias service mengalami inflasi 0,70% dengan andil 0,01%.
"Ini terjadi seiring meningkatnya nilai beberapa jenis BBM non subsidi dan nilai avtur," ucap Pudji.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·