Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kenaikan pada rata-rata Harga Mineral Acuan (HMA) untuk sejumlah komoditas strategis nasional sepanjang awal tahun 2026.
Lonjakan nilai nan tercatat pada komoditas tembaga, perak, nikel, hingga timah. Hal itu memicu rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian tarif royalti untuk menangkap potensi untung berlebih alias windfall profit.
Kementerian ESDM menilai tren kenaikan nilai tersebut perlu diimbangi dengan kontribusi nan lebih besar terhadap penerimaan negara melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) nan bertindak pada Kementerian ESDM. Pemerintah berupaya mensinkronkan tarif pungutan agar tetap relevan dengan dinamika pasar komoditas dunia nan sedang berada di interval nilai tinggi.
Berdasarkan info nan diterima CNBC Indonesia, berikut adalah rincian perkembangan nilai rata-rata komoditas mineral sepanjang tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya:
Tembaga
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, sejak Oktober 2025 Periode II, HMA (Harga Mineral Acuan) Tembaga menembus 10.000 US$/dmt, sehingga tarif Royalti pada PP 19/2025 sudah berada di interval tertinggi.
Tahun 2026, tren kenaikan nilai tembaga tetap berlanjut, dimana HMA Tembaga per Februari Periode II sempat menembus 13.000 US$/dmt. HMA Tembaga 2026 rata-rata 12.655,16 US$/dmt, jauh di atas rata-rata 2025 sebesar 9819,48 US$/dmt.
Perak
Sejak November 2025 Periode I, HMA Perak menembus 50 US$/toz. Pada Februari 2026 Periode II, HMA Perak berada di nilai tertinggi 95,35 US$/toz dan mulai turun hingga 76,69 US$/Toz pada Mei 2026 Periode 1.
HMA Perak 2026 rata-rata 79,27 US$/Toz, dua kali lipat lebih besar dibanding 2025 dengan rata-rata 38,23 US$/Toz.
Nikel
Sepanjang 2025, HMA Nikel condong bergerak turun dari 16.126 US$/dmt (April Periode I) ke 14.599 US$/dmt di Desember 2025 Periode II. Di sepanjang 2025, HMA Nikel tetap berada pada layer pertama dalam skema PP 19/2025.
Di awal 2026, HMA Nikel naik ke titik tertinggi pada Februari 2026 Periode I di nilai 17.774 US$/dmt kemudian mulai turun hingga ke 16.933,57 US$/dmt pada Mei 2026 Periode I. Adapun, HMA Nikel 2026 rata-rata 16.822,29 US$/dmt, lebih besar dibanding 2025 dengan rata-rata 15.177,12 US$/dmt.
Timah
Sejak Desember 2025, HMA Timah menembus 4.000 US$/ton, sehingga tarif Royalti pada PP 19/2025 sudah berada di interval tertinggi.
Awal 2026 nilai Timah tetap di atas 40.000 US$/dmt, apalagi sempat naik ke titik tertinggi pada Maret 2026 di nilai 55.205 US$/ton. Adapun, HMA Timah 2026 rata-rata 51.101,46 US$/ton, jauh di atas rata-rata 2025 sebesar 34.353,88 US$/ton.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·