Harapan Pengguna Transjabodetabek Agar Tarif Tak Naik: Transportasi Paling Murah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meningkatkan tarif pikulan Transjabodetabek. Warga menolak kenaikan tersebut, dan meminta ada sinergi Pemprov DKI dengan Pemprov Jawa Barat.

"Kalau bisa sih enggak naik ya. Soalnya transportasi paling murah," kata seorang pengguna Transjabodetabek asal Bogor, Anggi (33) di Terminal Blok M, Kamis (11/6/2026).

"Setuju sih ada kerja sama (Jakarta dan Jawa Barat), lantaran transportasi di sana (Bogor) tetap agak susah," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)Foto: Penumpang Transjabodetabek, Anggi, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)

Anggi cemas jika tarif Transjabodetabek nan menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Tangerang, hingga Bekasi bakal memberatkan penumpang. Terlebih Anggi mengaku sering memakai Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

"Yang dikhawatirkan ya jadi nambah duit transportasi saja sih," ucapnya.

Warga Jakarta lainnya, Heri Sumarsono, nan kerap mobilitas di Bogor berambisi tarif tetap dipertahankan. Menurutnya kenaikan nilai bakal memberatkan masyarakat.

"Walaupun saya lansia, saya enggak setuju jika tarif naik. Kasihan nan usianya di bawah 50 tahun lantaran mereka tetap bayar biasa," ujar Heri.

Heri beranggapan akomodasi tarif Transjabodetabek sejatinya memang kudu terjangkau bagi warga. Terlebih banyak nan bertumpu menggunakannya untuk pulang pergi bekerja.

Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)Foto: Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)

"Saya minta tetap flat, iba nan lain," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif jasa Transjabodetabek bakal mengalami penyesuaian. Namun besaran tarif nan bakal diberlakukan tetap dalam tahap pembahasan dan bakal segera diputuskan dalam waktu dekat.

"Yang pertama mengenai tarif, dalam waktu dekat seperti nan saya sampaikan ketika secara resmi mencanangkan Blok M ke Soekarno-Hatta. Dan waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp 3.500 lantaran naik DAMRI, naik nan lain itu sudah rata-rata di atas Rp 100 ribu," kata Pramono di area Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

"Maka, dengan demikian, bakal ada penyesuaian, angkanya bakal segera diputuskan dalam waktu dekat ini," lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek nan sebelumnya telah disampaikan Pemprov DKI. Meski demikian, Pramono belum bersedia mengungkap tarif baru nan bakal ditetapkan.

Saat ditanya mengenai berita tarif Transjabodetabek bakal dimulai dari Rp 10 ribu, Pramono belum memberikan kepastian.

"Nanti saya putuskan," ujarnya singkat.

Pemprov DKI memang berencana menyesuaikan tarif jasa Transjabodetabek menyusul pengoperasian sejumlah rute baru nan menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov menilai tarif Rp 3.500 nan saat ini bertindak tidak lagi relevan untuk sejumlah rute antarkota dengan jarak tempuh nan lebih panjang. Meski begitu, pemerintah memastikan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat sekaligus keberlanjutan jasa transportasi publik.

(tsy/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News