Harapan Ojol di Balik Janji Potongan 8 Persen: Jangan Ada Drama Lagi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pengemudi nan sudah mengaspal sejak tahun 2015 tersebut kemudian membandingkan kebijakan saat ini dengan masa lalu. Ia ingat ketika itu, potongan aplikator dipatok tinggi mencapai 20 persen, namun sistemnya jelas dan tidak membingungkan.

"Kalau sebelumnya kan kita (potongannya) 20 persen. Tapi 20 persen itu nggak ada drama, Pak. Udah betul-betul 20 persen, ya udah 20 persen," tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan pembagian tarif saat terjadi kenaikan nilai bensin. Menurutnya, untung terbesar saat ini tetap masuk ke kantong aplikator.

"Kalau sekarang kan dramanya ya gitu. Kayak kemarin naik harga, nan dinaikin ke customer itu bisa Rp 2 ribu, tapi ke kitanya (driver) hanya Rp 500 perak. Jadi kebanyakan larinya ke aplikasi," keluh Zakaria.

Selain membahas soal tarif dan potongan aplikasi, Zakaria juga menanggapi wacana nan tengah berkembang, mengenai peralihan status mitra ojol menjadi pekerja alias tenaga kerja umum di perusahaan aplikator.

Sebagai pengemudi ojol nan menggantungkan hidup selama 11 tahun dengan "jaket hijau", dia secara tegas menolak. Bagi Zakaria, elastisitas dan kebebasan adalah argumen utama dia memilih pekerjaan sebagai ojol.

"Kalau saya sih nggak setuju Pak, jika seandainya mitra jadi pekerja. Kan kita sebagai mitra maunya bebas ya. Kalau memang kita mau jadi pekerja, kenapa kita nggak kerja (di perusahaan) dari sekarang gitu? Kita jadi ojol ini lantaran kita ya nggak mau terikat," dia menandasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita