Harapan Baru Aida dan Puluhan Anak Penderita Kaki Pengkor di Jateng

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat menjenguk pasien penderita Clubfoot alias CTEV (kelainan kaki bawaan sejak lahir) di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Kaki Aida Fitriyah, bayi nan tetap berumur belasan bulan, terbalut gips putih dengan rapi. Ia terlihat tenang dalam pelukan sang ibu di ruang konsultasi RS Bhayangkara Semarang.

Kaki mini Aida dipasangi gips bukan tanpa alasan. Aida merupakan penderita clubfoot alias CTEV (Congenital Talipes Equinovarus), ialah kelainan kaki bawaan sejak lahir nan lebih dikenal sebagai kaki pengkor.

Gips tersebut dipasang untuk membantu mengembalikan posisi tulang kaki Aida agar mendekati posisi normal.

Kondisi Aida dipantau langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo berbareng istrinya, Diana. Ribut secara unik memantau Aida berbareng enam anak lainnya nan mendapat penanganan dan pemantauan medis melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV.

"Semangat njeh, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal," ucap Ribut di hadapan family pasien, Kamis (10/9/2026).

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko mengatakan, terdapat 88 anak penderita CTEV di Jawa Tengah nan mendapatkan support penanganan medis melalui program tersebut.

"Ada 88 anak, tapi hari ini ada tujuh anak nan dilakukan penanganan. Untuk nan lain menyusul," imbuh Agung.

Ia menjelaskan, anak nan menderita CTEV perlu segera mendapatkan penanganan agar kondisi tulang dan posisi kaki dapat diperbaiki secara maksimal.

"Penanganan CTEV kudu dilakukan sesegera mungkin. Semakin awal dilakukan, hasilnya bakal semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat krusial lantaran keberhasilan terapi memerlukan konsistensi dalam mengikuti pengarahan dan perawatan," jelasnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat menjenguk pasien penderita Clubfoot alias CTEV (kelainan kaki bawaan sejak lahir) di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Agung menambahkan, program tersebut dibangun melalui kerjasama dengan rumah sakit Muhammadiyah, Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan BPJS.

"Melalui kerjasama tersebut, masyarakat dapat mengikuti program ini secara cuma-cuma sehingga tidak menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan, terlebih jika berasal dari family kurang mampu," ungkap Agung.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat menjenguk pasien penderita Clubfoot alias CTEV (kelainan kaki bawaan sejak lahir) di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, orang tua Aida, Abdul Gofar, mengaku berterima kasih lantaran anaknya mendapatkan support pengobatan secara gratis. Ia berambisi Aida dapat tumbuh sehat dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

"Alhamdulillah, dengan program ini kami bisa melakukan pengobatan terhadap kondisi nan dialami putri saya. Semoga putri saya bisa melangkah dengan normal dan beraktivitas seperti biasa," kata Abdul.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan