Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Karnavian Ajak Rumuskan Program Nyata 2027–2029

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Palembang - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membujuk para kepala wilayah dan tokoh asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) untuk merumuskan program prioritas yang nyata dan dapat direalisasikan dalam periode 2027 - 2029. 

Ajakan itu disampaikan dalam aktivitas Halalbihalal masyarakat perantau Sumbagsel di Griya Agung, Sabtu (25/4/2026). Tak sekadar arena silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang konsolidasi pendapat pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menjelaskan forum ini berangkat dari inisiatif para tokoh Sumbagsel nan mau memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah.

“Bukan kita tidak nasionalisme dan mengedepankan primordialisme, kedaerahan. Enggak. Bukan itu,” ujarnya.

Semangat Kedaerahan Jadi Energi Pembangunan

Mendagri Tito menekankan bahwa semangat kedaerahan perlu diarahkan menjadi daya positif melalui program-program nan terukur dan berakibat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, dia mendorong pemerintah wilayah (Pemda) di wilayah Sumbagsel untuk menyusun agenda prioritas nan realistis dan dapat dituntaskan dalam waktu relatif singkat, dengan konsentrasi pada capaian nan bisa dirasakan dalam kurun waktu tiga tahun.

Infrastruktur Jadi Kunci Percepatan

Sebagai gambaran, Mendagri mencontohkan pentingnya percepatan pembangunan prasarana nan bisa membuka konektivitas antar wilayah. Pengembangan jaringan jalan tol di Sumatera dinilai dapat mendorong mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi, serta membuka potensi pariwisata di beragam daerah.

Ia menambahkan, hasil pertemuan bakal ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan berbareng pemangku kepentingan di tingkat pusat guna merumuskan program prioritas nan siap diimplementasikan.

Melalui langkah tersebut, Mendagri berambisi bakal lahir program-program strategis nan tidak hanya berakhir pada tataran wacana, tetapi betul-betul memberikan akibat nyata bagi masyarakat.

“Paling enggak sampai 2029 ada sesuatu nan kita tinggalkan nan berbobot untuk masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal turut dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta sejumlah pihak mengenai lainnya.

(*)

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita