PT Asabri memastikan seluruh kewenangan dan faedah bagi mahir waris tiga prajurit TNI nan gugur di Libanon terpenuhi.(Dok.Asabri)
PT Asabri (Persero) memastikan seluruh kewenangan dan faedah bagi mahir waris tiga prajurit TNI nan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon terpenuhi sesuai ketentuan. Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Direktur Utama PT Asabri (Persero) Jeffry Haryadi P. M. menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Ia menegaskan kehadiran Asabri sebagai corak tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan kepada family nan ditinggalkan.
“Kami turut bersungkawa atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa. Pengorbanan mereka adalah bukti kesetiaan pada negara. Kehadiran Asabri merupakan bentuk nyata kepedulian negara untuk memastikan family mendapatkan haknya secara pasti dan berdampak,” ujar Jeffry dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).
Ketiga prajurit nan tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL tersebut sebelumnya menjalankan misi perdamaian bumi di Lebanon. Jenazah mereka tiba di Tanah Air dan mendapat penghormatan terakhir pada 4 April 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Prosesi dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Pada 5 April 2026, ketiga prajurit dimakamkan secara militer di kampung laman masing-masing. Mayor Inf Anumerta Zulmi dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung, Jawa Barat. Serka Anumerta Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II, Magelang, Jawa Tengah, dan Kopda Anumerta Farizal dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo, Jawa Tengah.
HADIRI PROSESI PEMAKAMAN
Asabri turut datang dalam setiap prosesi pemakaman untuk mendampingi family dan memastikan penyaluran kewenangan melangkah lancar. Jajaran dewan dan perwakilan instansi bagian terlibat langsung di lokasi.
Jeffry menegaskan bahwa prajurit nan gugur dalam tugas berkuasa atas faedah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT) sesuai peraturan perundang-undangan.
“Pengorbanan prajurit menjadi amanah bagi kami untuk menjaga masa depan keluarganya. Seluruh kewenangan bakal kami penuhi sesuai ketentuan nan berlaku,” katanya.
TOTAL SANTUNAN
Total santunan nan diberikan kepada mahir waris mencapai Rp1,41 miliar. Rinciannya, mahir waris Mayor Inf Anumerta Zulmi menerima total Rp496,28 juta, Serka Anumerta Ichwan sebesar Rp457,17 juta, dan Kopda Anumerta Farizal sebesar Rp457,56 juta.
Selain santunan, Asabri juga menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak almarhum melalui program beasiswa. Beasiswa diberikan kepada anak nan sudah berguru maupun nan belum memasuki pendidikan formal.
“Untuk anak nan belum sekolah, kewenangan danasiwa tetap terjamin dan dapat digunakan saat memasuki pendidikan formal, minimal tingkat taman kanak-kanak,” ujar Jeffry.
Asabri menyalurkan seluruh faedah dengan prinsip 5T, ialah tepat waktu, tepat orang, tepat jumlah, tepat alamat, dan tertib administrasi.
Jeffry menambahkan, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya Asabri dalam menjalankan perannya sebagai pengelola asuransi sosial bagi prajurit TNI, personil Polri, dan ASN di lingkungan pertahanan dan keamanan. “Asabri bakal terus datang sebagai sahabat perjuangan sepanjang masa dan memastikan setiap peserta mendapatkan perlindungan dari negara,” kata dia
KOMITMEN NEGARA
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk menjamin seluruh kewenangan dan masa depan family prajurit nan gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Selain kenaikan pangkat, Agus memastikan support finansial dan pendidikan bagi mahir waris dari seluruh prajurit TNI dalam Satgas Kontingen Garuda nan gugur di Lebanon, bakal diberikan secara maksimal.
"Yang pertama bakal diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak nan lain dari Asabri (asuransi)
mungkin Rp350 juta bakal diberikan," ujar Agus selepas melayat ke rumah duka salah satu prajurit TNI nan gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Agus merinci bahwa negara juga memberikan danasiwa pendidikan sebesar Rp30 juta bagi anak almarhum, dengan komitmen pengawalan proses sekolah hingga dewasa.
Dari sisi kesejahteraan keluarga, Agus mengatakan TNI juga bakal memberikan penghasilan penuh sebesar 100% selama 12 bulan ke depan, ditambah tabungan hari tua nan dihitung sejak awal masa dinas militer. (Ant/E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·