Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Kini Bergeser ke Arah Padu Padan Modern

Sedang Trending 3 hari yang lalu

, JAKARTA, – Perancang busana Hagai Pakan mengungkapkan bahwa tren berkebaya di kalangan wanita Indonesia sekarang mengalami pergeseran signifikan ke arah padu padan dengan busana modern. Ia menilai corak kebaya klasik tetap bakal menjadi pilihan utama, namun dengan sentuhan penataan nan lebih kontemporer.

Pernyataan tersebut disampaikan Hagai dalam konvensi pers movie pendek "Jalan Pulang" di Jakarta, Rabu. Menurutnya, tren saat ini lebih berfokus pada gimana kebaya klasik dipadukan dengan style nan tidak biasa agar relevan untuk beragam kesempatan sehari-hari.

"Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan nan nyeleneh, nan kontemporer sehingga bisa relevan untuk beragam occasion di sehari-hari," kata Hagai.

Eksplorasi Padu Padan Kebaya

Hagai menjelaskan bahwa kebaya klasik sekarang dapat dipadukan dengan beragam item fesyen modern. Beberapa di antaranya adalah blazer, jeans, celana bahan, hingga dikenakan sebagai luaran alias outer. Cara tersebut dinilai membikin kebaya lebih mudah digunakan dalam beragam aktivitas, mulai dari bekerja hingga aktivitas sehari-hari.

"Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, alias dipakaikan celana bahan. Ada juga nan dipakai sehari-hari dijadikan outer," ujarnya. Ia menilai tren ini juga didukung oleh semakin banyaknya desainer dan jenama lokal nan mengeksplorasi material maupun langkah mengenakan kebaya tanpa menghilangkan karakter dasarnya.

Kreativitas Jadi Kunci Tren ke Depan

Meski demikian, Hagai menegaskan bahwa tren berkebaya ke depan bukan terletak pada perubahan corak kebaya. Melainkan pada produktivitas dalam memadukannya dengan beragam komponen busana modern. "Jadi saya rasa bukan corak kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik nan menurut saya bakal menjadi tren ke depannya," katanya.

Pendekatan tersebut juga diterapkan Hagai dalam movie pendek "Jalan Pulang" pada karakter utama Dara. Ia memadukan kebaya kutu baru berbareng kemeja berkancing, sehingga tampil menyerupai blazer. Padu padan itu dipilih untuk menggambarkan karakter wanita muda nan bekerja di industri style hidup dan fesyen.

Hagai menekankan pentingnya keseimbangan visual dalam film. "Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu nan kudu betul-betul dijaga keseimbangannya," ujar Hagai.

Film pendek "Jalan Pulang" diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional nan diperingati setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional