Hadiri Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Nostalgia Ikut Pramuka dari SD-SMA

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Dok. Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Di hadapan ribuan peserta, jenderal bintang empat ini bernostalgia tentang kedekatan emosionalnya dengan Gerakan Pramuka nan telah dia ikuti sejak bangku sekolah dasar.

Menyapa ribuan pelajar dan santri dengan panggilan berkawan “adik-adik Pramuka”, Sigit mengungkapkan bahwa pembentukan mental dan karakternya tidak lepas dari tempaan aktivitas kepanduan di masa sekolah.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu personil Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kenang Sigit nan disambut riuh tepuk tangan peserta kemah.

Menurut Sigit, keputusannya dan generasi muda saat ini untuk memilih berasosiasi dalam Gerakan Pramuka adalah langkah nan tepat dalam mempersiapkan masa depan. Ia menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar wadah berkumpul alias berkegiatan di luar ruangan, melainkan ruang pembinaan strategis nan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, gotong royong, kedisiplinan, serta empati sosial.

Ia apalagi mencontohkan bahwa di lembaga kepolisian, banyak perwira tinggi dan pejabat utama nan dulunya merupakan personil Pramuka aktif. Nilai-nilai kepanduan tersebut terbukti menjadi modal krusial saat menapaki jenjang pekerjaan ahli dan mengabdi di tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Dok. Polri

Kendati demikian, Sigit menggarisbawahi bahwa tantangan nan dihadapi generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibandingkan zamannya dulu. Arus deras kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial menuntut anak muda mempunyai tembok moral nan kuat agar tidak terseret akibat negatif bumi digital.

“Kemajuan teknologi kudu digunakan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya nan bermanfaat,” kata mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Pada saat nan sama, Sigit memperingatkan para peserta untuk menjauhi beragam perilaku destruktif nan berpotensi merusak masa depan. Ia menyoroti maraknya ancaman gambling online (judol), penyalahgunaan narkotika, tawuran antar-pelajar, keterlibatan golongan geng kriminal, hingga penyebaran mengerti radikal dan konten negatif di ruang digital.

Di sisi lain, Sigit secara unik mengapresiasi dedikasi personil Pramuka nan selalu datang di garda depan pelayanan publik. Ia mencatat peran nyata Pramuka nan kerap turun membantu pengamanan operasi mudik lebaran, penanganan musibah alam, hingga tindakan sosial kemasyarakatan.

“Saya salut lantaran pada saat nan lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru datang di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat nan luar biasa dan kudu terus dijaga,” tegas Sigit.

Ia turut mendorong para personil kepanduan menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—dengan membiasakan tindakan konkret menjaga kelestarian lingkungan, menanam pohon, serta mengelola sampah di lingkungan masing-masing.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjadi sahabat generasi muda dalam meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pungkasnya.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 ini sendiri diikuti 5.499 peserta, nan mencakup 3.957 personil Pramuka, perwakilan OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, serta jejeran pembimbing dan tokoh pengurus PUI dari beragam wilayah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan