
Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Foto: Riyan Rizki/Okezone)
JAKARTA - Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, menjalani pemeriksaan atas laporan dugaan intimidasi nan dilakukan Ketua GRIB Jaya Hercules dan anggotanya. Ia berambisi kasus tersebut dapat terungkap secara terang benderang.
“Ya harapannya semoga kebenaran bisa terungkap lah gitu ya. Itu aja sih cukup,” jawab Ilma Sani secara singkat di Polda Metro Jaya, Selasa (2/6/2026).
Sementara Ketua Bidang Riset dan Advokasi Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gufroni, menyebut pihaknya dicecar 47 pertanyaan.
“Pemeriksaan sudah selesai dari jam 11 tadi siang ya. Kita baru selesai di mana pengguna kami, saudari Ilma Sani Fitriana, memberikan keterangan alias penjelasan sebagai korban dalam kasus dugaan merampas kemerdekaan orang dan dugaan penyanderaan,” ujar dia.
“Jadi tadi sudah diterangkan secara jelas, secara detail, kronologi peristiwa di mana saudari Ilma diperlakukan tidak manusiawi ya, kemudian sampai dibawa ke markas GRIB. Setidaknya ada kurang lebih 21 halaman, cukup tebal, dengan 47 pertanyaan,” sambungnya.
Gufroni menerangkan, saat pemeriksaan, kliennya turut didampingi dua orang personil Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Saat ini, Ilma Sani tetap mengalami trauma. Bahkan, saat pemeriksaan berlangsung, kliennya tersebut sempat meneteskan air mata.
“Dan perlu diketahui, bahwa saudari Ilma saat ini tetap trauma. Tadi beberapa pertanyaan, beliau meneteskan air mata lantaran begitu beratnya tekanan nan dialami secara psikologis,” ungkapnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·