Ramdani Bur
, Jurnalis-Jum'at, 18 September 2026 |17:55 WIB

Todotua Pasaribu saat rapat koordinasi jelang Asian Games 2026. (Foto: NOC Indonesia)
CHEF de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, menilai beragam tantangan nan muncul pada fase awal kehadiran kontingen merupakan bagian dari proses penyesuaian nan kudu dihadapi bersama.
Hal itu ia sampaikan ketika memimpin rapat koordinasi dengan seluruh tim CdM di Rumah Indonesia, Jumat (18/9/2026). Todotua Pasaribu optimistis seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan keahlian tim untuk beradaptasi dengan kondisi di lapangan.
CdM Tim Indonesia di Asian Games 2026 Todotua Pasaribu. (Foto: NOC Indonesia)
“Walaupun situasinya sangat challenging, secara keseluruhan saya memandang semua tim, dan saya pribadi percaya kita semua bisa menyelesaikannya. Dalam survival mode, kita perlu melakukan penyesuaian. Kurang lebih seminggu untuk beradaptasi, dan ini baru awal. Kita tetap mempunyai kurang lebih 17 hari ke depan,” ujar Todotua Pasaribu.
1. Dialami Berbagai Kontingen dari Negara Lain
Menurutnya, beragam tantangan tersebut tidak hanya dihadapi Tim Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika nan dihadapi kontingen negara-negara peserta lainnya. Karena itu, keahlian untuk merespons dan menyelesaikan persoalan dilapangan menjadi perihal krusial dalam menjaga kesiapan kontingen.
“Situasi ini memang dihadapi semuanya. Tetapi nan bisa kita pastikan adalah kita bisa melakukan penetrasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan nan ada. Itu nan paling penting,” katanya.
Pernyataan Todotua tersebut disampaikan di tengah sorotan sejumlah media internasional terhadap kesiapan operasional Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kontingen dari negara-negara Asia lain, melaporkan adanya keluhan mengenai akomodasi, pembagian kamar, transportasi, hingga akses menuju venue.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·