Gwyneth Paltrow dalam cuplikan iklan real estat Israel.(Dok Istimewa)
AKTRIS pemenang Oscar, Gwyneth Paltrow, sekarang berada di tengah angin besar kritik setelah menjadi bintang iklan untuk proyek pembangunan perumahan mewah di Israel. Langkah upaya ini memicu reaksi keras dari para aktivis pro-Gaza dan menambah panjang daftar kontroversi nan menyelimuti bintang Shakespeare in Love tersebut.
Dalam video promosi nan viral untuk pengembangan properti 51Park di Herzliya, pinggiran Tel Aviv, Paltrow tampak bangun di suatu griya tawang (penthouse) sebelum melakukan lari pagi di Central Park, New York. Dalam perbincangan iklan tersebut, seorang pengemudi taksi bertanya apakah tujuannya, "New York?" Ini kemudian dijawab oleh Paltrow, "Herzliya, Israel."
Reaksi Keras dan Seruan Boikot
Proyek 51Park terdiri dari dua menara setinggi 51 lantai di lingkungan elite Schakim, nan dikembangkan oleh grup real estat Israel, Aviv Melisron. Unit-unit di apartemen ini dilaporkan dijual dengan nilai mencapai US$10 juta (sekitar Rp163 miliar).
Keterlibatan Paltrow memicu kemarahan di media sosial. Para aktivis mengecam hubungan positif apa pun dengan Israel di tengah situasi bentrok saat ini. Komentar di platform IG dan X (sebelumnya Twitter) berkisar dari tuduhan mengambil untung dari bentrok hingga seruan untuk memboikot film-film masa depannya.
Beberapa tokoh publik juga turut bersuara. Aktivis Alana Hadid menyebut iklan tersebut tuli nada (tone deaf), sementara aktris Irlandia Denise Gough menyatakan keterkejutannya atas keputusan upaya tersebut.
Kaitan dengan Identitas dan Warisan Budaya
Paltrow, nan mempunyai ayah keturunan Yahudi dan menikah dengan Brad Falchuk nan juga seorang Yahudi, memang semakin vokal mengenai warisan budayanya dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, dia sempat mengunggah pesan simpati bagi family sandera nan ditawan sejak peristiwa 7 Oktober.
Meskipun sering dianggap sebagai nepo baby karena latar belakang keluarganya nan kaya dan berpengaruh di Hollywood, Paltrow biasanya menjaga jarak dari urusan politik praktis. Namun, keterlibatannya dalam iklan properti di Israel ini dianggap oleh banyak pihak sebagai pernyataan posisi nan sangat politis.
Konteks Bisnis: Sebelum kontroversi ini, Paltrow lebih banyak disorot lantaran merek style hidupnya, Goop, nan berbobot US$250 juta pada tahun 2018. Meskipun sempat melakukan PHK terhadap 18% stafnya baru-baru ini, upaya medianya tetap kuat melalui podcast nan didengarkan rata-rata 250.000 orang per episode.
Dampak pada Karier
Seorang master komunikasi krisis di Inggris menilai bahwa meskipun serangan di media sosial sangat masif, pekerjaan Paltrow kemungkinan besar tidak bakal terdampak secara permanen. Sebagai bintang papan atas dan pemenang Oscar, posisinya dianggap terlalu besar untuk dibuang oleh agensi alias industri movie hanya lantaran iklan nan kontroversial.
Hingga saat ini, pihak Gwyneth Paltrow belum memberikan tanggapan resmi mengenai gelombang kritik tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang selebritas Hollywood nan terjebak dalam diskursus panas mengenai bentrok di Timur Tengah. (Telegraph/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·