Gus Yahya Jawab Isu Intervensi Pengurus Daerah di Muktamar NU

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menenteng laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2026 ke Muktamar ke-35 NU di Jombang. Dokumen itu disiapkan tebal, mendekati 1.000 halaman, sebagai rangkuman kerja lima tahun terakhir.

Dia menjelaskan, ketebalan LPJ berangkaian dengan padatnya program dan aktivitas selama masa kepengurusan. Gus Yahya juga menyatakan mandat hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung telah dijalankan nyaris seluruhnya.

Gelaran Muktamar ke-35 NU berjalan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sekaligus menjadi forum penentuan kepemimpinan PBNU berikutnya.

LPJ Hampir 1.000 Halaman 

Gus Yahya mengatakan LPJ nan dibawanya merangkum penyelenggaraan program besar PBNU selama lima tahun. Ia menekankan, sasaran nan diamanatkan muktamar sebelumnya menjadi rujukan utama dalam kerja organisasi.

"Alhamdulillah, kita sudah siapkan. LPJ kita nyaris 1.000 halaman. Memang lantaran aktivitas memang sangat padat selama lima tahun ini dan target-target nan diamanatkan oleh Muktamar ke-34 di Lampung juga nyaris sepenuhnya terpenuhi," ujar Gus Yahya di letak Muktamar ke-35 NU, Jumat (28/8).

Menurutnya, hasil kerja kepengurusan tidak hanya tercatat dalam dokumen, tetapi juga dirasakan oleh jejeran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Pembenahan diarahkan pada peningkatan keahlian dan penyederhanaan manajemen organisasi.

"Sehingga saya kira para muktamirin, PW, PC juga merasakan apa nan sudah menjadi capaian-capaian. Mereka sudah menikmati hal-hal baru nan kita introduksi nan meningkatkan kinerja, mempermudah manajemen organisasi, dan lain sebagainya," katanya.

Dia optimistis LPJ kepengurusan 2021-2026 dapat diterima para peserta. Menurutnya, menilai tidak ada argumen nan cukup untuk menolak.

"Saya kira enggak ada argumen penolakan. Dari sisi apanya juga enggak ada ya. Kita lihat nanti,"

katanya.

Jawab Isu Intervensi PWNU–PCNU

Penyampaian LPJ bersamaan dengan menguatnya nama Gus Yahya dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Menanggapi rumor adanya intervensi terhadap PWNU dan PCNU nan disebut memberi support kepadanya, dia menegaskan kemandirian para pemilik suara.

Gus Yahya menyatakan PWNU dan PCNU mempunyai integritas, sehingga tidak mudah diarahkan oleh kepentingan pragmatis. Ia meyakini pilihan bakal diambil secara independen oleh para muktamirin.

"Intervensi alias tidak, saya kira PW dan PC ini adalah kader-kader nan mempunyai integritas nan tinggi sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi dengan hal-hal nan pragmatis," kata Gus Yahya.

Menurut dia, keputusan muktamar semestinya ditentukan oleh kepentingan jangka panjang organisasi, bukan oleh tekanan sesaat alias pertimbangan pragmatis.

Muktamar Pertama di Abad Kedua NU

Gus Yahya menyebut Muktamar ke-35 NU sebagai forum dengan makna khusus. Selain menjadi momentum pertimbangan kepengurusan, muktamar kali ini merupakan nan pertama setelah NU memasuki abad kedua.

"Karena ini adalah muktamar nan sangat strategis, sangat istimewa, muktamar pertama di abad kedua. Sehingga apa pun nan menjadi keputusan muktamar ini bakal menentukan gimana titik tolak Nahdlatul Ulama mengarungi abad kedua ini," tuturnya.

Menurutnya, jejeran PWNU dan PCNU memahami berat strategis forum ini. Karena itu, dia berambisi keputusan lahir dari pertimbangan organisasi nan matang.

"Saya percaya PW dan PC mempunyai kesadaran kuat tentang perihal itu dan mereka tidak bakal mudah dibujuk alias dipengaruhi dengan hal-hal nan berkarakter pragmatis," tutupnya.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita