Gus Ipul Ingatkan Kepsek Awasi Ketat Operasional Sekolah Rakyat

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ingatkan seluruh Kepala Sekolah Rakyat untuk perketat pengawasan operasional, kebersihan, hingga tata kelola finansial secara transparan dalam rapat daring di Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta para Kepala Sekolah Rakyat melakukan pengawasan secara ekstra terhadap kondisi sekolah, mulai dari aspek kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengelolaan manajemen dan keuangan.

Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul berbareng Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat rapat berbareng Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto bakal terus berkembang dengan jumlah siswa nan meningkat setiap tahun. Karena itu, para kepala sekolah perlu bersiap mengemban tanggung jawab nan semakin besar.

“Saya membujuk para kepala sekolah naik level langkah berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan hanya sekadar kepala sekolah biasa, tapi adalah kepala sekolah istimewa,” ujarnya.

Tahun ini, Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung sekitar 45 ribu siswa. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu siswa pada tahun berikutnya dan terus bertambah seiring pembangunan gedung permanen.

Khusus bagi sekolah nan telah menempati gedung permanen, Gus Ipul meminta kepala sekolah tidak menyerahkan urusan perawatan hanya kepada petugas tertentu. Guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga seluruh penduduk sekolah perlu dilibatkan untuk menjaga akomodasi bersama.

“Bagi nan sudah berada di gedung permanen ini saya harapkan Bapak-Ibu sekalian cermat, teliti, dan sekaligus secara terus-menerus melakukan pengawasan. Gerakan seluruh sumber daya nan dimiliki di sana,” katanya.

Kebiasaan merawat sekolah, menurut Gus Ipul, bisa dimulai dari perihal sederhana. Ia mengenalkan aktivitas “Lisa Bunga”, singkatan dari Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya.

“Gerakan ‘Lisa Bunga’. Dimotori oleh para kepala sekolah. Kepala sekolah sering-sering menjadi contoh, menjadi kompas moral,” ujarnya.

Perhatian unik juga diberikan pada kebersihan toilet. Pada tahap awal, Gus Ipul meminta kepala sekolah mengecek toilet siswa minimal dua kali sehari, baik di pondok maupun area sekolah. Ketersediaan air dan kebiasaan pengguna untuk membersihkan toilet sebelum meninggalkannya juga kudu diperhatikan.

“Kata kunci kita untuk menentukan kebersihan nan pertama-tama adalah toilet kita. Kalau toiletnya sudah bersih, insya Allah tempat tidurnya bakal lebih bersih. Dapur kita bakal lebih bersih, kelas-kelas kita bakal lebih bersih,” katanya.

Pengawasan juga bertindak terhadap pemasangan beragam akomodasi tambahan di gedung permanen. Gus Ipul meminta pemasangan AC, CCTV, kabel, saluran pembuangan air, maupun sarana lainnya direncanakan dengan baik dan tidak dikerjakan sekadar agar sigap terpasang.

“Jangan mau tidak rapi, jangan mau asal pasang. Tidak peduli bagus alias tidak. Kepala sekolah kudu memastikan pemasangan CCTV maupun AC dan nan lain-lainnya kudu rapi,” tegasnya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ingatkan seluruh Kepala Sekolah Rakyat untuk perketat pengawasan operasional, kebersihan, hingga tata kelola finansial secara transparan dalam rapat daring di Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Kemensos RI

Selain kondisi bentuk sekolah, Gus Ipul meminta pengawasan juga menyentuh pengelolaan manajemen dan keuangan. Hal ini perlu dibiasakan sejak awal lantaran ke depan kepala sekolah bakal memegang tanggung jawab lebih besar dalam pengelolaan anggaran.

“Usahakan tata kelola finansial kita itu betul-betul diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan. Karena saya mau kepala sekolah semua selamat. Selamat dalam bertugas, selamat kelak jika sudah pensiun,” katanya.

Ia meminta laporan disampaikan tepat waktu dengan arsip pendukung nan komplit serta mengingatkan kepala sekolah untuk menjadi contoh bagi seluruh jajarannya.

“Jangan Bapak-Ibu sekalian ngajari anak buah, tapi justru menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Di tengah beragam tantangan nan ada, dalam kesempatan ini Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah nan telah bekerja keras sejak awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Pemerintah sejauh ini telah sukses membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Ditambah sekolah rintisan nan tetap aktif, total Sekolah Rakyat nan sekarang beraksi mencapai 182 titik.

Jumlah Sekolah Rakyat bakal terus bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota mempunyai sedikitnya satu Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak-anak dari family tidak bisa mendapatkan akses pendidikan nan layak dan keluarganya bebas dari jerat kemiskinan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan