Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 Semarang ditargetkan mulai beraksi pada Juni 2026 dan siap menampung sekitar 1.000 siswa dari family prasejahtera. Proses pembangunan gedung permanen sekarang telah melampaui 30 persen.
Hal ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau langsung proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).
“Proses pembangunan sedang berjalan, PT Adi Karya di bawah KemenPU, dia ajak untuk bisa mencapai sasaran di bulan Juni. Karena bulan Juli insya Allah seluruh siswa bakal bisa mengikuti proses pembelajaran,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat permanen merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo nan saat ini berjalan di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia, tiap letak ditargetkan bisa menampung 1.000 siswa.
“Tahun ini kira-kira (Sekolah Rakyat sudah menampung) 45 ribu siswa, tahun depan sudah mencapai 100 ribu siswa. Tahun 2028 insya Allah sudah lebih dari 200 ribu siswa,” jelas Gus Ipul.
Program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari family prasejahtera nan belum sepenuhnya terjangkau pembangunan alias The Invicible People.
“Bapak Presiden mau family (prasejahtera) itu mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” jelas Gus Ipul.
Proyek ini dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) dengan akomodasi lengkap, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana pengembangan minat dan talenta siswa.
Program Sekolah Rakyat ini juga melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Kemensos bertanggung jawab pada operasional, sementara pembangunan prasarana didukung KemenPU, serta kerjasama dengan kementerian lain di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Selain itu program pembangunan Sekolah Rakyat juga menyerap ribuan tenaga kerja secara masif secara nasional.
“Pada saat ini ada 100 titik (pembangunan). Artinya tidak kurang dari 60 ribu pekerja hari ini bersama-sama untuk membangun Gedung Permanen Sekolah Rakyat. Untuk ini perihal nan luar biasa dan kita sungguh-sungguh mengapresiasi, menghormati, dan memberikan rasa hormat kepada Bapak Presiden Prabowo nan telah mempunyai komitmen nan luar biasa,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 Semarang dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, dengan luas gedung mencapai 27.372 meter persegi. Fasilitas ini dirancang menampung hingga 1.080 siswa nan terbagi dalam 36 rombongan belajar (rombel).
Komposisinya meliputi 18 rombel untuk jenjang SD dengan total 540 siswa, serta masing-masing 9 rombel untuk jenjang SMP dan SMA nan masing-masing menampung 270 siswa.
Memasuki pekan ke-18 pembangunan, progres pekerjaan tercatat sebesar 30,307 persen dari sasaran rencana 31,34 persen, dengan deviasi minus 1,033 persen.
Hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah KemenPU Affi Triato, PPK Prasarana Strategis 2, Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah KemenPU Afifah Kemala Hafsari, Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Agus Junaedi, Camat Tembalang Eko Agus, dan Lurah Rowosari Eko Pudjo.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·