Gunung Lewotobi NTT Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1 KM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kupang, CNN Indonesia --

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT mengalami erupsi pada Selasa (2/6) pagi dengan semburan abu vulkanik setinggi 1 kilometer di atas puncak.

Erupsi nan terjadi pada pukul 07.47 wita tersebut dikonfirmasi Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro melalui keterangan tertulis nan diterima CNNIndonesia.com.

"Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 02 Juni 2026 pukul 07:47 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.584 m di atas permukaan laut)," kata Herman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyampaikan saat erupsi kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya dan barat.

Dilaporkan Herman erupsi juga terelam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan berjalan selama 2 menit 28 detii.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan lama ± 2 menit 28 detik," jelas Herman nan melaporkan dari PPGA di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang.

Dia menyebut Gunung Lewotobi laki-laki nan mempunyai tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut dan terletak di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura tersebut berada pada status siaga alias level III.

Berada pada status siaga alias level III PPGA pun telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktifitas apapun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai nan berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote," ujarnya.

Disampaikan Herman masyarakat nan terdampak hujan abu agar tetap menggunakan alias memakai masker dan penutup hidung dan mulut untuk menghindari ancaman abu vulkanik nan bisa berakibat terjadinya gangguan pada sistem pernapasan.

(eli/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional